Politik

Agatha: Kenali Kemiskinan Lewat Pendekatan Langsung ke Rakyat

Jakarta, Maret.id — Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Agatha Retnosari, menekankan pentingnya kader partai untuk tidak hanya memahami persoalan rakyat dari data saja. Kader diminta untuk terjun langsung ke masyarakat untuk merasakan berbagai masalah yang dihadapi oleh warga.

“Jangan mengenal kemiskinan hanya dari angka. Jangan mengenal pengangguran hanya dari laporan. Jangan mengenal kesulitan rakyat hanya dari media sosial,” tegas Agatha saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, pada Senin (17/8/2026).

Menurut Agatha, pesan ini sejalan dengan ajaran Bung Karno mengenai kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju Indonesia yang berdaulat di bidang politik, mandiri dalam ekonomi, serta memiliki jati diri dalam kebudayaan.

Ia menegaskan bahwa tugas kader bukan hanya menjaga kemerdekaan, tetapi juga memastikan bahwa kemerdekaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kehidupan rakyat. “Maka tugas kita bukan sekadar menjaga kemerdekaan. Tugas kita adalah membuat kemerdekaan bekerja untuk rakyat,” imbuhnya.

Agatha juga mengungkapkan instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader aktif berinteraksi dan mendampingi warga di lapangan. Dia menyampaikan bahwa politik seharusnya tidak hanya berfokus pada perolehan kekuasaan, tetapi juga bagaimana kekuasaan tersebut digunakan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian DPC PDI Perjuangan Surabaya adalah membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Ada instruksi langsung dari Ibu Ketua Umum agar semua kader membantu penanganan bencana di NTT. Saat ini kami sedang membahas detailnya agar seluruh kader dapat terlibat aktif membantu saudara-saudara kita di sana,” jelasnya.

Agatha menambahkan bahwa keterlibatan kader dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan politik yang dekat dengan persoalan masyarakat.

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan, Ronny Talapessy, yang juga hadir dalam upacara tersebut, meminta agar kader di Surabaya terus berada di tengah rakyat. Ia menganggap kehadiran kader sangat penting untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, termasuk ketika mereka membutuhkan bantuan hukum dan advokasi.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu berada di tengah rakyat dan terus turun membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum maupun advokasi,” pungkas Ronny.

Dalam peringatan HUT RI tahun ini, DPC PDI Perjuangan Surabaya tidak menggelar perlombaan khusus. Agatha menjelaskan bahwa energi partai juga difokuskan pada pelaksanaan turnamen Soekarno Cup 2026 yang masih berlangsung. “Tahun ini kita fokus pada Soekarno Cup yang masih berlangsung sampai hari ini. Penutupannya dijadwalkan sekitar tanggal 25 atau 26 mendatang,” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button