Politik

Lewat Busana Adat Kajang, Menhut Serukan Pelestarian Hutan

Jakarta, Maret.id — Upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih yang berlangsung di Istana Kepresidenan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung khidmat. Momen tersebut juga menunjukkan kekayaan budaya Indonesia, dengan tamu undangan mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara.

Beragam busana tradisional memeriahkan suasana di Istana, simbol keberagaman budaya Indonesia. Kehadiran para pejabat dan tamu yang tampil dengan pakaian adat menegaskan identitas budaya yang kaya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hadir mengenakan pakaian adat Kajang dari Sulawesi Selatan. “Ini baju Suku Kajang, Sulawesi Selatan. Salah satu masyarakat adat yang paling memiliki kemampuan menjaga hutan. The best guardian of our tropical forest,” tegas [Raja Juli Antoni], Menteri Kehutanan.

Pakaian yang serba hitam merupakan ciri khas masyarakat Kajang, mencerminkan prinsip hidup sederhana dan tidak berlebihan. Nilai tersebut sejalan dengan filosofi kamase-mase, yang mengedepankan kehidupan yang secukupnya dan selaras dengan lingkungan.

Di pagi hari, sebelum upacara penurunan bendera, Raja Antoni beserta istri juga mengenakan pakaian adat Alor dari Nusa Tenggara Timur. Kehadiran mereka dengan busana tradisional menunjukkan penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Pakaian yang dikenakan oleh Menteri Kehutanan bukan hanya sekadar pilihan busana, tetapi juga sebagai representasi masyarakat adat Kajang yang berperan penting dalam menjaga hutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button