Baktiono: DPD PDIP Jatim Dukung Perjuangan Pedagang Pasar Tradisional

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, mendesak pemerintah untuk tidak membiarkan pedagang pasar tradisional berjuang sendiri di tengah persaingan ketat.
Ia menekankan perlunya keberadaan pemerintah untuk memberikan perlindungan dan solusi bagi pedagang kecil yang tertekan oleh pasar modern, perdagangan daring, serta perubahan sistem distribusi.
“Para pedagang harus dilindungi dan dicarikan jalan keluarnya. Tanpa ikut campur pemerintah, pedagang pasar yang umumnya merupakan pedagang tradisional akan hilang,” tegas Baktiono setelah rapat koordinasi bersama DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Surabaya, Dinas Perdagangan, dan Dinas Koperasi.
Rapat ini diadakan menyusul keluhan yang disampaikan APPSI mengenai semakin beratnya tantangan yang dihadapi pedagang tradisional. Mereka kini harus bersaing dengan pasar murah, ritel modern, dan tumbuhnya perdagangan daring.
Ketua DPD APPSI Kota Surabaya, Supriyadi, meminta agar pemerintah memberikan perlindungan dan dukungan bagi pedagang tradisional. Ia mengingatkan bahwa persoalan muncul ketika pedagang tradisional harus bersaing dengan pihak yang memiliki akses lebih kuat kepada produsen.
“Pedagang pasar tradisional membutuhkan perlindungan dan keberpihakan pemerintah. Jangan sampai pasar murah yang digelar berbagai instansi justru membuat pedagang pasar tradisional semakin sulit bertahan,” ujar Supriyadi.
APPSI berharap agar Pemkot Surabaya tidak hanya fokus pada penarikan retribusi dari pasar daerah. Pemerintah juga diminta agar berfungsi sebagai jembatan antara pedagang dengan produsen maupun distributor.
Dengan adanya akses langsung, pedagang diharapkan bisa memperoleh harga kulakan yang lebih kompetitif guna bersaing dengan pasar modern dan perdagangan lainnya.
“Semestinya pedagang tradisional dijembatani pemerintah dalam berhubungan dengan produsen. Pemerintah bisa memberikan informasi dan membuka akses agar pedagang mendapatkan harga barang lebih murah sehingga mampu bersaing,” sambung Supriyadi.
APPSI juga mengusulkan sistem informasi harga kebutuhan pokok yang mudah diakses oleh masyarakat.
Informasi ini dianggap penting untuk menyediakan data harga komoditas seperti beras, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya, baik harga eceran maupun grosir.
“Transparansi harga dapat memberikan acuan bagi pedagang sekaligus membantu konsumen mengetahui kewajaran harga di pasaran,” tutur seorang pedagang.
Baktiono menilai persoalan pasar tradisional tidak dapat dilihat semata-mata dari sisi ekonomi. Ia mengatakan bahwa pasar juga memiliki fungsi sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat.
“Pasar tradisional bukan sekadar pasar biasa. Di situ ada ciri khas budaya. Dulu berbagai kalangan berkumpul, berkomunikasi tanpa sekat. Tidak hanya berbelanja, tetapi juga mempererat persaudaraan,” ungkap Baktiono.
Ia menekankan bahwa perubahan pola perdagangan perlu diimbangi dengan kebijakan yang mendukung keberlangsungan pedagang kecil.
Baktiono juga menyoroti peran Koperasi Merah Putih, mengatakan bahwa koperasi seharusnya disinergikan dengan yang sudah ada dan bukan berjalan sendiri.
“Koperasi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat posisi tawar pedagang,” imbuhnya.
“Dengan pembelian bersama, rantai distribusi bisa dipangkas dan harga barang jadi lebih kompetitif. Jangan sampai pedagang tradisional ini mati dan akhirnya membunuh perekonomian rakyat kecil,” tegas Baktiono.
Politisi PDI Perjuangan ini mendorong koperasi untuk kembali diakui sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kerakyatan sebagaimana diusulkan oleh Mohammad Hatta.
“Pemerintah harus berpihak dan melindungi pedagang pasar tradisional. Mari hidupkan kembali koperasi seperti yang dicetuskan Wakil Presiden dahulu,” serunya.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen untuk menangani keluhan pedagang dan mencari solusi bersama.
Bagi Baktiono, perlindungan pasar tradisional bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru pemerintah perlu memastikan pedagang kecil memiliki kesempatan adil untuk beradaptasi.
Mempertahankan pasar tradisional berarti menjaga keberlangsungan ekonomi rakyat yang ada di dalamnya.





