Politik

Bonnie Triyana Dorong Pengetahuan Lokal Mitigasi Cagar Budaya

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mendorong integrasi pengetahuan lokal dalam strategi perlindungan dan mitigasi cagar budaya. Ini penting mengingat Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai daerah rawan bencana.

Bonnie menyatakan bahwa banyak daerah di Indonesia memiliki pengetahuan lokal yang diturunkan secara turun-temurun dalam menghadapi ancaman bencana. Pengetahuan ini, menurutnya, tidak seharusnya hanya menjadi cerita, namun harus dianalisis dan diintegrasikan dalam kebijakan.

“Kita sering kali menemukan pengetahuan-pengetahuan lokal, local genius di tengah masyarakat tentang bencana. Jika pengetahuan lokal ini diterapkan, mungkin dapat meminimalisir dampaknya,” ujar Bonnie.

Politisi dari Fraksi PDIP itu memberikan contoh pengetahuan masyarakat di Simeulue, Aceh, mengenai smong, yang merupakan tanda-tanda dan respon terhadap tsunami. Dia menegaskan bahwa smong menunjukkan adanya mekanisme lokal untuk menyadari dan menghadapi ancaman bencana.

“Pengalaman tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk memperkuat perlindungan cagar budaya di berbagai daerah. Bencana dapat berdampak besar terhadap situs bersejarah dan kawasan kebudayaan,” tuturnya.

Bonnie berpendapat bahwa mitigasi seharusnya tidak hanya dilakukan setelah bencana. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) perlu mengembangkan strategi sistematis untuk mengidentifikasi risiko dan mendokumentasikan pengetahuan lokal.

“Harusnya jauh sebelum bencana. Jika bencana kali ini anomali, mestinya dapat terdeteksi lebih awal,” tegasnya.

Ia juga berharap bahwa kebijakan perlindungan cagar budaya ke depan tidak hanya bertumpu pada rehabilitasi. Aspek mitigasi dan pemanfaatan pengetahuan masyarakat perlu diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pelindungan cagar budaya.

Komisi X DPR RI mendesak BPK agar memperkuat mitigasi berbasis pengetahuan lokal dalam strategi pelindungan. Dengan demikian, upaya menjaga warisan budaya dapat sejalan dengan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button