Politik

Bawaslu Ajak Gen

Jakarta, Maret.id — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Puadi, resmi membuka tahap regional Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-6 Antarperguruan Tinggi se-Indonesia 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Puadi mengapresiasi rekor partisipasi perguruan tinggi dalam kompetisi tahun ini. Menurutnya, ajang ini lebih dari sekadar lomba debat, melainkan ruang akademik untuk mengeksplorasi pemahaman hukum pemilu di kalangan mahasiswa.

“Tentu sampai tahap ini bukan sesuatu yang mudah, bukan sebuah perlombaan untuk menentukan siapa yang paling unggul dalam berdebat,” kata Puadi. “Ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar menjadi juara, walaupun itu menjadi target,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya generasi muda, terutama mahasiswa Generasi Z dan Alpha, dalam memahami persoalan pemilu dan penegakan hukumnya. “Kita ingin melihat mahasiswa sebagai generasi mendatang dapat menganalisis isu-isu pemilu,” imbuh Puadi.

Puadi melihat kompetisi debat ini sebagai sarana untuk membicarakan penegakan hukum pemilu di Indonesia. Ia mengakui tantangan yang dihadapi pemilu semakin kompleks, mulai dari politik uang hingga pelanggaran kode etik.

“Debat adalah tentang siapa yang mampu membangun argumentasi berdasarkan hukum, data, logika, dan nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

Ia berharap kompetisi ini dapat melahirkan calon pemimpin yang berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan. “Kami ingin menemukan calon pemimpin hukum dan demokrasi yang mampu berargumentasi secara bertanggung jawab,” tambah Puadi.

Puadi juga mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga sportivitas dan integritas. Ia menginginkan perbedaan pendapat disampaikan dengan argumentasi yang solid dan didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Berbeda pendapatlah dengan argumentasi, kritiklah dengan data, dan berkompetisilah dengan integritas,” pungkas Puadi.

Ia berharap kompetisi ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga dapat menghasilkan ide-ide baru dari generasi muda yang siap berkontribusi dalam penegakan hukum pemilu, khususnya menjelang Pemilu 2029.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button