Politik

JK Apresiasi Program Sangu Sampah Mas Ipin DPD PDI Perjuangan Jatim

Jakarta, Maret.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi terhadap program Sangu Sampah Mas Ipin yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Program ini menggabungkan edukasi lingkungan dan literasi keuangan bagi siswa. Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengungkapkan bahwa program yang digagas oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki keunikan tersendiri.

“Ini satu-satunya dan hanya ada di Trenggalek. Inovasi ini layak mendapat apresiasi,” kata Ismirani saat memberikan edukasi menabung dalam peringatan Hari Indonesia Menabung di GOR Gajah Putih Trenggalek, Kamis (20/8/2026).

Sangu Sampah telah berjalan sekitar dua tahun dan diterapkan di berbagai sekolah di Kabupaten Trenggalek. Program ini menyasar pelajar dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Melalui program ini, siswa diajak untuk memilah sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kemasan plastik, kaca, kain, logam, hingga minyak jelantah. Sampah yang dikumpulkan di sekolah akan disalurkan melalui jaringan TPS 3R, bank sampah, dan offtaker menuju fasilitas pengolahan atau daur ulang.

Setelah dikumpulkan, siswa dapat mengkonversi sampah menjadi nilai uang. Hasil yang didapat dapat digunakan sebagai uang saku atau untuk ditabung.

Mas Ipin menyatakan bahwa program Sangu Sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran tentang pengelolaan sampah dan kebiasaan menabung. “Program ini sudah berjalan dua tahun di seluruh sekolah di Trenggalek,” jelas Mas Ipin.

Ia menambahkan bahwa siswa belajar bahwa barang yang dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. “Kami juga mengajarkan siswa untuk menabung dari program Sangu Sampah ini. Dan hasilnya sudah mulai terasa,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Dalam pelaksanaan program, siswa yang belum memiliki gawai, seperti pelajar SD dan santri, dapat menggunakan akun yang dikelola oleh wali murid, guru, atau pengurus. Sementara siswa SMA hingga mahasiswa memiliki sistem satu orang satu akun dan satu rekening.

Nilai uang yang diperoleh siswa akan dihitung secara berkala dengan mempertimbangkan biaya operasional. Siswa mendapatkan hasil sesuai dengan jumlah sampah yang mereka kumpulkan.

Pemkab Trenggalek bersama OJK terus mendorong budaya menabung di kalangan pelajar. Edukasi ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan menabung sejak dini dan memberi manfaat saat mereka dewasa.

Mas Ipin menargetkan setiap pelajar di Trenggalek memiliki rekening untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan. “Kami menargetkan satu pelajar bisa memiliki satu rekening. Karena menabung itu banyak manfaatnya,” tuturnya.

Sangu Sampah bagi Pemkab Trenggalek menjadi program yang berdampak ganda. Ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membuka ruang belajar bagi siswa tentang nilai ekonomi barang bekas serta membangun kebiasaan mengelola keuangan.

Apresiasi OJK terhadap program tersebut semakin memperkuat posisi Sangu Sampah sebagai salah satu inovasi daerah yang menghubungkan pendidikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan literasi keuangan sekaligus.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button