Politik

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpenuhi selama masa pemulihan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk menjaga ketersediaan pangan.

Langkah ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar warga yang terkena dampak bencana memperoleh dukungan yang diperlukan.

“Yang jelas, tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh. Apa pun caranya, transportasi darat, laut, udara, kita lakukan semua,” ujar Amran.

Sebagai Menteri Pertanian, Amran memastikan bahwa stok beras di NTT mencapai sekitar 39.000 ton.

Sementara itu, kebutuhan beras untuk sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan hanya sekitar 300 ton per bulan.

“Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya,” tegasnya.

Untuk mempercepat distribusi, Amran meminta agar posko dan tim Bapanas di daerah tidak menunggu prosedur administrasi dari pusat jika kebutuhan di lapangan sudah mendesak.

Penyaluran bantuan harus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kapan saja butuh, enggak masalah. Jadi jangan menunggu bulan. Tiba-tiba sudah habis. Tim kami 24 jam di posko,” sambung Amran.

Hingga saat ini, pemerintah telah mengirimkan sekitar 6.000 ton beras untuk masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

Di Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 ton beras kembali disalurkan pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan jumlah bantuan yang akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button