Prabowo Siapkan Prabowonomics untuk Ciptakan Ekonomi Berkeadilan!

Jakarta, Maret.id — Dalam dua artikel terbaru, The Economist mengungkapkan bahwa Indonesia sedang berada di jalur berisiko akibat memperkuat intervensi negara, memperluas program sosial, dan mengonsolidasikan kekuatan politik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kritikan Terhadap Kebijakan Pemerintah
Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa pandangan The Economist menunjukkan ketidakpahaman terhadap kebutuhan Indonesia yang ingin keluar dari jebakan berpendapatan menengah atau middle-income trap. “The Economist melihat Indonesia dengan perspektif yang ketinggalan, seperti cetak biru Konsensus Washington,” ujar Fahri dalam pernyataannya melalui akun X pada 17 Mei 2026.
Setelah merefleksikan kritik itu, Fahri menegaskan bahwa kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo bukanlah untuk merusak ekonomi negara. Justru, kebijakan tersebut bertujuan untuk membangun ulang struktur ekonomi nasional agar lebih adil dan berdaulat. “Prabonomics hadir bukan untuk merusak ekonomi, melainkan sebagai tesis tandingan yang berani untuk menata ulang struktur ekonomi nasional demi keadilan sosial,” tegasnya.
Model Ekonomi Baru
Fahri menilai bahwa model pasar bebas yang telah diterapkan selama puluhan tahun justru telah membuat Indonesia terjebak sebagai eksportir bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Oleh karena itu, langkah hilirisasi dan penguatan peran negara dinilai sebagai pilihan strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Menurutnya, program-program seperti Makan Bergizi Gratis hingga perumahan rakyat harus dipandang tidak hanya sebagai beban fiskal. “Melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tambahnya. Ia dengan tegas menyatakan, “Investasi Manusia (SDM) Bukan Pemborosan Fiskal.”
Konsolidasi Aset Negara dan Stabilitas Politik
Fahri juga membela pembentukan Danantara, yang sering dikritik sebagai bentuk etatisme. Ia menempatkan pentingnya konsolidasi aset negara agar Indonesia dapat memiliki kekuatan untuk menghadapi korporasi global. “Tujuannya adalah mengonsolidasikan aset-aset strategis nasional agar memiliki posisi tawar yang kuat, mampu mendanai proyek strategis secara mandiri, dan mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri,” jelasnya.
Lebih jauh, Fahri menekankan bahwa stabilitas politik adalah syarat penting bagi Indonesia agar dapat melompat menuju status negara maju. “Konsolidasi politik bukan membunuh demokrasi, melainkan menciptakan persatuan nasional agar kebijakan dapat dieksekusi dengan cepat dan konsisten,” pungkasnya.
Dengan penegasan tersebut, terlihat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto berusaha untuk membentuk dan mengimplementasikan strategi baru demi memajukan Indonesia. Melalui kebijakan-kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pemerintah berharap dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta kestabilan sosial di tengah tantangan global yang terus berubah.
Prabowonomics: Dirancang untuk Bangun Ekonomi Berkeadilan
Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, konsep Prabowonomics muncul sebagai suatu inovasi perekonomian yang dirancang untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bermula dari visi dan misi calon presiden Prabowo Subianto, Prabowonomics menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi, pengurangan kesenjangan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Apa itu Prabowonomics?
Prabowonomics adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekonomi yang diusulkan oleh Prabowo Subianto dan tim ekonominya. Konsep ini berfokus pada pembangunan ekonomi yang inklusif, di mana setiap individu, terutama dari golongan yang kurang mampu, dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Dalam prakteknya, Prabowonomics berusaha menggabungkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan prinsip-prinsip keadilan sosial.
Pilar-pilar Prabowonomics
-
Pemerataan Pembangunan: Salah satu fokus utama Prabowonomics adalah pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Melalui investasi yang merata di berbagai daerah, pemerintah memastikan bahwa pembangunan tidak terfokus hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil dan kurang berkembang.
-
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia: Sama pentingnya dengan infrastruktur, pemberdayaan sumber daya manusia adalah pilar utama dalam strategi Prabowonomics. Program pendidikan dan pelatihan yang lebih baik menjadi prioritas agar setiap masyarakat mampu bersaing di dunia kerja. Penyediaan akses pendidikan yang berkualitas bagi semua kalangan merupakan langkah krusial untuk mempersiapkan angkatan kerja yang handal.
-
Kewirausahaan dan Dukungan untuk Usaha Kecil: Prabowonomics mengakui peran penting usaha kecil dan menengah (UKM) dalam perekonomian Indonesia. Dengan memberikan dukungan dalam bentuk akses pembiayaan, pelatihan, dan pasar, UKM dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap ekonomi nasional. Hal ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
-
Inovasi dan Teknologi: Era digitalisasi menuntut setiap negara untuk beradaptasi dengan cepat. Prabowonomics mendorong inovasi dan penerapan teknologi modern dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, industri, dan layanan publik. dengan memanfaatkan teknologi, produktivitas dapat ditingkatkan, dan biaya operasional dapat dipangkas.
-
Keberlanjutan Lingkungan: Dalam merancang pembangunan ekonomi, Prabowonomics berkomitmen untuk memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Ini mencakup penerapan praktik ramah lingkungan di sektor industri serta pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, agar generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam yang ada.
Tantangan dan Harapan
Meskipun Prabowonomics menawarkan banyak solusi untuk membangun ekonomi berkeadilan, implementasinya tentu tidak tanpa tantangan. Ketersediaan anggaran, dukungan dari stakeholder, dan komitmen politik menjadi faktor penentu kesuksesan program ini. Namun, dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, transformasi ekonomi yang berkeadilan bukanlah hal yang mustahil.
Penutup
Prabowonomics merupakan harapan baru dalam menciptakan perekonomian yang lebih adil dan inklusif. Dengan visi yang jelas dan langkah-langkah strategis yang mencakup berbagai aspek pembangunan, konsep ini berpotensi menghadirkan perubahan positif bagi rakyat Indonesia. Keberhasilan Prabowonomics akan sangat tergantung pada dukungan semua pihak dalam mewujudkan cita-cita bersama untuk mencapai kesejahteraan yang merata. Sepertinya, masa depan ekonomi Indonesia yang berkeadilan ada di tangan kita semua.





