Politik

Pemerintah Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana NTT

Jakarta, Maret.id — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa langkah ini terlihat jelas dalam penanganan pasca-gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT.

Dia berharap pemerintah daerah segera melaporkan lokasi-lokasi kerusakan tanpa menunggu proses pendataan selesai. “Arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya,” ujar Dody.

Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa telah kembali berfungsi. Delapan ruas terletak di jalur Trans Flores dari Labuan Bajo menuju Ende dan Maumere, sementara satu ruas lagi adalah Ruteng-Reo-Kedindi.

Ada 40 titik longsoran dan empat patahan badan jalan yang kini telah ditangani. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT mengerahkan tujuh ekskavator dan empat loader untuk memperbaiki infrastruktur di berbagai lokasi terdampak.

Meski akses utama sudah dibuka, Dody masih harus menangani beberapa titik yang bermasalah. Salah satunya adalah ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer di Desa Pulue yang tercatat memiliki sedikitnya 10 titik longsor.

Dua ekskavator dan satu kendaraan pikap telah dikerahkan untuk membantu pembersihan di lokasi tersebut. Hingga 19 Agustus, tim gabungan berhasil menembus salah satu titik longsor dan proses pemulihan terus berlanjut.

Dody menekankan bahwa upaya penanganan tidak terbatas pada konektivitas jalan saja. Pemulihan layanan dasar, terutama air bersih, juga menjadi prioritas utama.

Di Kabupaten Ende, jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba mengalami kerusakan akibat gempa. Perbaikan dimulai pada 16 Agustus dan selesai pada malam hari berikutnya, memungkinkan air kembali mengalir ke sambungan rumah warga.

Sementara itu, di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, sekitar 7.000 warga di delapan desa memerlukan dukungan air bersih. Untuk itu, empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter telah dikirim ke lokasi.

Pemerintah tidak hanya fokus pada kebutuhan darurat. Survei geolistrik juga disiapkan untuk mencari sumber air tanah baru guna memperkuat pasokan air dalam jangka panjang.

Dody juga mendorong pemeriksaan fasilitas publik. Jumlah personel yang diterjunkan untuk memeriksa bangunan yang terdampak ditambah dari tiga menjadi 14 orang, mencakup rumah sakit, kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Kerusakan jaringan irigasi juga menjadi perhatian pemerintah. Di Daerah Irigasi Mbay Kiri Lanjutan, saluran tersier panjangnya 250 meter mengalami kerusakan dan patah di tiga titik, berdampak pada sekitar 175 hektare lahan.

“Akses dibuka lebih dahulu agar mobilitas kembali berjalan, sementara pemulihan air, fasilitas publik, dan infrastruktur pendukung dikerjakan secara paralel,” tegas Dody.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button