Politik

Kemensos Fokus pada Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT

Jakarta, Maret.id — Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat penanganan bencana pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melanda tujuh kabupaten, yaitu Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan, fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk percepatan distribusi logistik dan dukungan psikososial. “Saat ini statusnya masih tanggap darurat. Kebutuhan darurat yang kita mobilisasi adalah yang paling mendesak,” ujar Agus Jabo, Minggu, 23 Agustus 2026.

Agus Jabo menekankan perlunya penanganan segera di tujuh kabupaten, dengan fokus pada kebutuhan pangan. Hingga Jumat (21/8), Kemensos telah menyalurkan 48 ton beras, 13.100 paket sembako, serta perlengkapan untuk pengungsian.

“Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, Kemensos juga menyalurkan kebutuhan sandang bagi dewasa dan anak-anak,” sambungnya. Kemensos juga menambah bufferstock logistik dari tiga gudang, termasuk logistik di Bekasi dan Kupang.

Ketersediaan logistik tersebut mencakup 8.000 paket makanan siap saji, tenda, family kit, dan perlengkapan penting lainnya. Agus Jabo juga mengungkapkan, Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) menyuplai 22.000 porsi nasi bungkus per hari.

“Keberadaan dapur umum sangat penting bagi mereka yang kehilangan akses makanan,” ujar Agus Jabo. Meski demikian, dia menilai pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang saja tidak cukup.

Kemensos juga memprioritaskan pemulihan jaringan listrik dan ketersediaan dokter di lokasi pengungsian. Selain itu, bantuan untuk ahli waris korban meninggal dan korban luka juga diberikan, sama halnya dengan layanan dukungan psikososial bagi yang alami trauma.

Agus Jabo mengakui ada tantangan dalam distribusi bantuan, terutama akibat cuaca dan akses transportasi. “Untuk mengantisipasi keterlambatan, kita belanja dari kota terdekat,” tuturnya.

Kementerian juga berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras. Identifikasi masyarakat terdampak menjadi langkah penting untuk menjangkau semua yang membutuhkan.

Pasca fase tanggap darurat, Agus Jabo menegaskan pemerintah akan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. “Kemensos akan terus berkoordinasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan dukungan hingga bisa kembali ke kehidupan normal,” tegasnya.

“Jika ke depannya masyarakat masih membutuhkan bantuan darurat, Kemensos akan berusaha memberikan dukungan tersebut,” pungkas Agus Jabo.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button