Said Abdullah: Soekarno Cup Kembangkan Karakter Generasi Muda

Jakarta, Maret.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa Soekarno Cup 2026 bertujuan lebih dari sekadar menentukan juara. Kompetisi sepak bola untuk usia 17 tahun ini berfokus pada pembentukan karakter, sportivitas, dan persatuan di kalangan generasi muda.
Kompetisi ini dianggap penting untuk membuka ruang bagi munculnya talenta baru sepak bola Indonesia. “Olahraga harus menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak muda untuk mengenal persatuan, sportivitas, fair play, kerja sama, serta belajar menghormati lawan,” imbuh Said Abdullah di Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (24/8/2026).
Pesan tersebut disampaikannya sebagai pengingat bahwa nilai-nilai tersebut harus ditanamkan di luar arena pertandingan. “Nilai-nilai itu harus menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Said juga menggarisbawahi bahwa kompetisi sepak bola usia muda tidak hanya bertujuan untuk melahirkan pemain dengan kemampuan teknis. “Lebih penting lagi, kompetisi harus mampu membentuk anak-anak muda yang memiliki karakter kuat,” tegasnya.
Dengan demikian, Soekarno Cup menjadi wadah bagi pemain untuk belajar menghadapi persaingan secara sehat. “Ini merupakan sumbangsih PDI Perjuangan bagi perkembangan sepak bola dalam membentuk karakter bangsa usia 17 tahun,” sambungnya.
Turnamen yang melibatkan 16 kontingen dari 16 DPD PDI Perjuangan dan provinsi tersebut sudah menunjukkan dampak positif terhadap pembinaan talenta muda. Said menyebut bahwa beberapa pemain dalam kompetisi ini mulai mendapatkan perhatian untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi.
“Selama pertandingan, banyak talenta muda yang dilirik oleh Liga 2 dan Liga 3 yang akan segera bergulir,” kata Said. Dia menilai perhatian klub terhadap pemain muda sebagai capaian penting dari Soekarno Cup.
Kompetisi usia muda ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pemain dari berbagai daerah untuk berkembang dalam sepak bola nasional. “Pertandingan ini luar biasa, karena setelah dilewati 16 kontingen, akhirnya pemenangnya harus ditentukan,” ujarnya.
Namun, Said menekankan bahwa keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari lahirnya juara. Dalam Soekarno Cup, pertemuan anak-anak muda dari berbagai daerah menjadi hal yang sangat berharga. “Perbedaan daerah dan latar belakang justru menjadi kekuatan yang dipertemukan melalui sepak bola,” imbuhnya.
Persatuan, sportivitas, dan fair play harus dijaga meskipun kompetisi menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah. “Persaudaraan antarpemain dan antardaerah tidak boleh ikut berakhir bersama peluit panjang,” tegasnya.
Said berharap semangat ini dapat memperbaiki ekosistem sepak bola Indonesia. “Semakin banyak kompetisi yang sehat dan berkualitas, semakin besar kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan apresiasi kepada masyarakat Surabaya dan Jawa Timur yang turut mendukung penyelenggaraan Soekarno Cup 2026. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Surabaya khususnya, dan Jawa Timur umumnya, yang telah memberikan penghormatan bagi panitia Soekarno Cup 2026,” pungkasnya.





