DPR Nyatakan Menkes Budi Tak Perlu Mundur untuk Dirjen WHO

Jakarta, Maret.id — Komisi IX DPR RI menilai bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak perlu mundur dari jabatannya meskipun dirinya masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mengapresiasi pencalonan Budi sebagai kandidat Dirjen WHO. Menurutnya, hal ini menunjukkan kepercayaan diri Indonesia untuk mengusulkan putra terbaiknya dalam forum kesehatan global.
“Saya melihat pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal WHO merupakan langkah yang patut diapresiasi,” tutur Nurhadi.
Ia menjelaskan bahwa pencalonan tersebut harus dipisahkan dari proses terpilih dan menjabat sebagai Dirjen WHO. “Perlu dibedakan antara pencalonan sebagai kandidat dengan terpilih dan menjabat sebagai Direktur Jenderal WHO,” imbuhnya.
Nurhadi menekankan bahwa saat ini Budi masih dalam tahap pencalonan. Menurut mekanisme WHO, kandidat harus melalui proses seleksi di Executive Board dan dipilih oleh World Health Assembly pada 2027.
Dia pun menilai bahwa pencalonan Budi tidak berarti dia harus mengundurkan diri dari posisi Menteri Kesehatan. “Tidak ada ketentuan dalam mekanisme pemilihan Dirjen WHO yang mengharuskan seorang kandidat untuk mundur dari jabatan pemerintahan karena dicalonkan,” tegasnya.
Nurhadi menyampaikan bahwa diskusi mengenai status jabatan Budi hanya perlu dilakukan jika dia terpilih dan menerima jabatan sebagai Dirjen WHO.
“Yang menjadi persoalan berbeda adalah apabila nantinya beliau benar-benar terpilih sebagai Dirjen WHO,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penyesuaian status dan pengaturan jabatan Menteri Kesehatan harus sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan keputusan Presiden.
Dari perspektif DPR, Nurhadi menegaskan pentingnya memastikan bahwa proses pencalonan tidak mengganggu kesinambungan pemerintahan dan pelayanan kesehatan nasional. “Kita tentu berharap siapapun yang memimpin Kementerian Kesehatan ke depan tetap mampu menjaga program-program kesehatan yang sedang berjalan,” ungkapnya.
Jika Menkes Budi terpilih sebagai Dirjen WHO, Nurhadi meyakini bahwa itu akan menjadi kebanggaan bagi Indonesia. “Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi penerima kebijakan kesehatan global, tetapi juga berkesempatan ikut menentukan arah kebijakan kesehatan dunia,” tuturnya.
Namun, ia mengingatkan agar semua pihak tidak mendahului proses pemilihan yang masih berlangsung. “Kita hormati mekanisme WHO dan kita dorong pemerintah mempersiapkan seluruh proses pencalonan secara profesional dan transparan,” pungkas Nurhadi.





