Politik

Pertemuan Budi Arie dan Jokowi Bahas Ijazah, Bukan Prabowo

Jakarta, Maret.id — Pertemuan yang diadakan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo baru-baru ini bersama sejumlah organ relawan tidak membahas isu terkait posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Informasi ini disampaikan oleh Fritz Alor Boy, Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (Pajo) dan Solidaritas Hukum, Siber dan UMKM (SHUSU), yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. “Pertemuan dengan Jokowi hanya silahturahmi dan membahas soal ijazah serta evaluasi kunjungan di Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan yang akan datang,” kata Fritz.

Fritz menekankan bahwa pernyataan Budi Arie Setiadi, Ketua Umum organ relawan Projo yang sempat viral, tidak mewakili pandangan seluruh relawan Jokowi. “Itu pernyataan pribadi Budi Arie,” sambungnya. Ia meminta masyarakat tidak menafsirkan secara sembarangan ucapan Budi Arie yang dapat menimbulkan kebingungan.

“Kalau mau menilai silakan saja asalkan memiliki informasi yang utuh,” tegas Fritz. Ia menambahkan bahwa Jokowi telah menginstruksikan seluruh relawan untuk mengarahkan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran hingga tahun 2029. “Relawan tetap fokus mendukung Prabowo-Gibran sampai 2029,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang menjadi viral, Budi Arie berbicara mengenai kemungkinan agenda politik dan pemilu yang bergerak lebih cepat dari jadwal tahun 2029. Dalam rekaman tersebut, Budi terlihat sedang berdiskusi dengan Joko Widodo.

“Tadi saya sudah bisikkan ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau,” ungkap Budi. Ia juga mempertanyakan kesiapan jika situasi mengharuskan percepatan pemilu, “Kita masih ngomong, ‘Oh ini Pemilu 2029, Pemilu 2029’. Kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap enggak?” tuntas Budi Arie.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button