Politik

Yayuk PDIP Desak Faskes Tingkatkan Layanan untuk Pasien

Jakarta, Maret.id — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Yayuk Bannar Sri Pangayom, menekankan pentingnya fasilitas kesehatan pemerintah daerah, termasuk rumah sakit umum daerah dan Puskesmas, untuk memberikan pelayanan tanpa memandang kategori desil.

Yayuk menyatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah. Ia juga meminta semua fasilitas kesehatan untuk lebih mengutamakan keselamatan dan penanganan pasien di atas persoalan administrasi yang berkaitan dengan kategori desil.

“Kesampingkan dulu soal administrasi pasien, utamakan keselamatan dan kesehatan warga,” tuturnya.

Pernyataan ini disampaikan Yayuk setelah rapat kerja mengenai perubahan KUA-PPAS APBD 2026 pada Rabu, 26 Agustus 2026. Ia mengungkapkan bahwa penetapan kelompok kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masih menjadi polemik.

“Ada beberapa warga yang mengeluhkan status desil keluarga mereka tiba-tiba naik ke kategori mampu, padahal kondisi riil ekonomi dan pendapatan mereka tidak berubah,” ujarnya.

Yayuk menjelaskan bahwa penerima PBI (Penerima Bantuan Iuran) jaminan kesehatan merupakan masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Perubahan status desil pun dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat kepada berbagai bantuan.

“Kita minta Dinas Sosial mengumpulkan data masyarakat yang mengalami perubahan desil hingga berujung pada hilangnya akses bantuan,” sambungnya.

Ia menegaskan pentingnya data tersebut untuk mengetahui jumlah warga yang terdampak, mengingat penetapan desil merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Akhirnya, tidak bisa mengakses bantuan. Itu berapa? Karena desil itu yang menentukan kan pusat, bukan kita,” imbuhnya.

Yayuk menganggap bahwa pendataan tersebut diperlukan agar perubahan desil dapat dibandingkan dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. “Pemerintah daerah harus memiliki data mengenai pergeseran desil, termasuk perubahan dari satu kategori ke kategori lainnya yang berdampak pada akses bantuan,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button