Politik

Alasan Filosofis Hanura Ganti Logo Jadi Kepala Singa

Jakarta, Maret.id — Perubahan logo Partai Hanura membawa makna mendalam. Partai yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) ini mengganti logo menjadi kepala singa sebagai sinyal kesiapan menghadapi Pemilu 2029.

“Kami mengubah semua atribut Hanura, termasuk logo baru berwujud singa. Seluruh jajaran dari pusat hingga ranting diinstruksikan satu komando mengusung new branding ini,” tegas Patrice Rio Capella, Ketua Task Force Partai Hanura.

Hanura juga telah melaksanakan konsolidasi dengan ketua, sekretaris, dan bendahara DPD serta DPC, termasuk anggota DPRD Hanura di Provinsi Bengkulu.

Rio menjelaskan bahwa filosofi singa dipilih karena melambangkan kekuatan dan keberanian dalam mengambil keputusan. “Singa itu simbol keberanian dan wibawa. Ini evaluasi total agar para caleg menjadi singa petarung yang membawa Hanura menang di Pemilu 2029. Paling lambat awal 2027 seluruh atribut sudah berlogo singa, dan singa Hanura siap mengaum,” imbuhnya dengan optimis.

Merespons langkah tersebut, Adi Prayitno, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, menilai bahwa perombakan logo dan pembentukan Tim Task Force menunjukkan keseriusan Hanura untuk bangkit dari kegagalan pemilu sebelumnya. “Hanura terlihat sangat serius berbenah untuk merebut kembali kursi parlemen pada 2029. Ini ikhtiar menyuntikkan semangat ke akar rumput,” ujar Adi Prayitno.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) ini menambahkan bahwa Hanura memiliki modal yang kuat untuk bangkit. “Hanura memiliki 525 anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, terbanyak kedua setelah PPP di kategori partai non-parlemen. Modal besar ini harus dirawat dengan konsistensi konsolidasi hingga tingkat kecamatan 100 persen,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button