Novita Dorong Pacitan Jadi Destinasi Trip Berkelas Nasional

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengajak Kabupaten Pacitan untuk mengoptimalkan potensi wisata alam dan desa wisata. Ia berpendapat, hal ini penting agar Pacitan tidak hanya menjadi tujuan singgah, tetapi juga bertransformasi menjadi destinasi perjalanan insentif berkelas nasional.
Menurut Novita, Pacitan memiliki modal yang kuat dengan keindahan alam, desa wisata, dan kekayaan budaya. “Tantangan kita adalah mengemas potensi ini menjadi pengalaman wisata terintegrasi yang membuat wisatawan tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak,” tuturnya.
Dorongan tersebut disampaikan saat Workshop Optimalisasi Potensi Pariwisata Daerah di Pantai Ngiroboyo dan Desa Wisata Sendang, Pacitan, pada Rabu lalu. “Pacitan sudah memiliki pasar dan magnet wisata yang nyata. Pekerjaan kita bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung,” tegas Novita.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, para wisatawan, terutama rombongan perusahaan, membutuhkan lebih dari sekadar kunjungan singkat. Ia menekankan pentingnya menjual pengalaman wisata yang menyeluruh.
“Bayangkan sebuah perusahaan membawa tim terbaiknya ke Pacitan. Pagi menikmati pantai, siang berkegiatan bersama, sore menyusuri sungai atau menikmati gua, malam makan bersama dengan sajian UMKM lokal,” sambungnya. Dengan cara ini, wisatawan tidak hanya menikmati destinasi tetapi juga membawa pulang pengalaman serta produk lokal.
Novita menilai pengembangan perjalanan insentif dapat memperpanjang rantai ekonomi pariwisata. Pengeluaran wisatawan diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada objek wisata, tetapi juga mengalir ke hotel, transportasi, kuliner, UMKM, serta pemandu wisata. “Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak pintu ekonomi yang terbuka,” imbuhnya.
Data Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 1,3 juta pada 2023. Pada 2024, jumlah ini diperkirakan sekitar 1,14 juta. “Pantai Klayar adalah salah satu magnet utama, mencatat sekitar 215 ribu kunjungan pada 2024,” katanya.
Novita percaya, tingginya angka kunjungan harus diimbangi dengan strategi untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan. “Saya mendorong wisatawan untuk memiliki pilihan yang menghubungkan berbagai destinasi,” ujarnya.
Untuk itu, Novita menawarkan empat langkah untuk meningkatkan kelas Pacitan sebagai destinasi perjalanan insentif. Pertama, pemerintah dan pelaku pariwisata harus menyiapkan paket wisata yang komprehensif. Ini termasuk integrasi destinasi, hotel, transportasi, kuliner, dan aktivitas budaya.
Kedua, peningkatan kualitas pelayanan sangat penting. “Pemandu wisata, pengelola destinasi, hotel, hingga penyedia transportasi adalah wajah pariwisata Pacitan,” tegasnya.
Ketiga, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, DPR RI, dan pelaku industri pariwisata perlu diperkuat. “Keempat, strategi promosi harus diubah untuk menjual pengalaman, bukan hanya pemandangan,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa pariwisata harus memberikan dampak positif terhadap ekonomi warga. “Wisata bukan hanya tentang tempat, tetapi juga tentang manusia dan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” kata Novita.
Ia berharap pengembangan pariwisata Pacitan tetap mempertahankan identitas lokal dan tidak meniru daerah lain. “Kita tidak perlu minder. Pacitan punya identitas yang kuat,” tegasnya.
Novita mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata dan komitmen Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam sektor pariwisata. Ia berharap hasil dari workshop tidak berhenti di diskusi, tetapi berlanjut ke tindakan nyata.
“Saya percaya Pacitan kaya akan potensi. Yang kita butuhkan adalah keberanian mengemas potensi, kualitas, dan kemauan untuk bekerjasama,” imbuhnya. “Mari kita jadikan Pacitan bukan hanya tempat yang indah, tetapi tempat yang dirindukan untuk dikunjungi kembali,” pungkas Novita.





