Pimpinan AMPB Dikecam Usai Tinggalkan Massa di Jalanan

Jakarta, Maret.id — Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI menuai kecaman. Pimpinan aksi tersebut dituduh meninggalkan peserta unjuk rasa saat ketegangan dengan aparat meningkat.
Ketua Muslimah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, Serly Oklianti, menganggap tindakan pimpinan AMPB yang akrab disapa Botok itu sebagai pengkhianatan moral. Ia menilai tindakan ini merugikan masyarakat yang turut serta dalam aksi tersebut.
Serly menambahkan bahwa pimpinan AMPB justru meninggalkan massa setelah meraih kepentingan pribadi dan ruang audiensi di dalam gedung legislatif. “Sangat ironis ketika sebuah aliansi yang mengatasnamakan kepedulian bangsa justru meninggalkan rakyatnya sendiri berhadapan dengan barikade aparat,” tegas Serly.
Menurutnya, aksi tersebut mencederai marwah gerakan moral dan mengeksploitasi suara serta tenaga masyarakat. Serly juga menyayangkan keselamatan peserta aksi yang tetap di jalanan, sementara pimpinan aksi berada di dalam gedung atau telah pergi.
Kondisi ini, katanya, menunjukkan adanya manipulasi yang mengatasnamakan perjuangan rakyat. “Isu dan keresahan masyarakat tidak seharusnya dijadikan kendaraan untuk mencapai kepentingan pribadi,” imbuh Serly.
Serly menilai tragis situasi di mana setelah pintu negosiasi pribadi terbuka, pimpinan aksi memilih meninggalkan rakyat di jalanan dalam keadaan tegang.
Muslimah GPI Jakarta Raya juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap figur atau kelompok yang memobilisasi massa untuk transaksi politik tersembunyi. “Namun, kita tidak boleh terpecah. Mari rapatkan barisan, jaga persaudaraan sesama anak bangsa,” tutup Serly.





