Posko Baguna DPD PDIP Jatim Sediakan Ratusan Makanan untuk Muktamirin

Jakarta, Maret.id — Ratusan kotak makanan dan minuman dibagikan oleh relawan Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jawa Timur kepada muktamirin dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Pembagian makanan dilaksanakan setiap sore selama Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Selain makanan ringan, relawan juga menyediakan telur rebus bagi yang melintas di depan posko.
Aksi ini diadakan tanpa membedakan siapa pun, mulai dari peserta muktamar, pedagang, hingga warga yang lewat. “Eh, ada bagi-bagi takjil,” kata seorang penggembira.
“Bukan. Itu snack dan minuman. Ada juga telur rebus. Kemarin juga ada pembagian ini,” jawab temannya.
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rudi Afianto, menjelaskan bahwa pembagian makanan dilakukan setiap sore. “Kami membagikan kotak makanan dan minuman ini kepada siapa saja yang melintas,” tutur Rudi usai aksi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud semangat gotong royong yang menjadi karakter PDI Perjuangan. Posko Baguna disiapkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum untuk memberikan berbagai layanan gratis bagi para kiai, nyai, santri, muktamirin, dan penggembira.
Selain menyediakan makanan dan minuman, terdapat pula kopi, teh, tempat beristirahat, dan layanan kesehatan ringan. Ia menyatakan, “Pelayanan sederhana seperti berbagi makanan memiliki arti penting ketika ribuan orang berkumpul.”
Rudi berharap keberadaan posko dapat menjadi ruang pelayanan bagi yang membutuhkan. Ia menekankan, pola pelayanan tersebut bukan hal baru bagi PDI Perjuangan Jawa Timur, karena sudah diterapkan saat arus mudik Lebaran 2026. “Teman-teman di DPC sudah terbiasa membuka ruang pelayanan untuk masyarakat,” imbuh Rudi.
Posko-posko tersebut berfungsi sebagai tempat singgah bagi pemudik dengan menyediakan berbagai kebutuhan. “Seluruh 38 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota di Jawa Timur membuka posko gotong royong mudik,” jelasnya.
Masyarakat dapat menemukan makanan, minuman ringan, hingga layanan kesehatan dasar di posko tersebut. Rudi mengungkapkan, pengalaman ini mengajarkan pentingnya kepekaan dalam melayani masyarakat.
“Ketika ada masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat, kita siapkan. Ketika membutuhkan pertolongan kesehatan, kita bantu sesuai kemampuan,” sambungnya.
Di tengah Muktamar ke-35 NU, semangat pelayanan diwujudkan dalam bentuk sederhananya. Setiap kotak makanan dan minuman menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat gotong royong di tengah hajatan besar Nahdliyin.





