PDI Perjuangan Menang Pemilu 2024, Jaga Kesolidan DPD Jatim

Jakarta, Maret.id — Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ngantru di Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026-2031 resmi terbentuk. Penetapan dan pengukuhannya dilakukan dalam Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) yang berlangsung di Pendapa Dio, Desa Ngantru pada Minggu malam, 30 Agustus 2026.
Konsolidasi internal ini dihadiri oleh pengurus Ranting berasal dari 13 desa dan pengurus Anak Ranting terdiri dari 58 dusun. Acara dibuka oleh Wakabid Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, yang juga dihadiri oleh seluruh pengurus DPC dan PAC Kecamatan Ngantru serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Dapil Tulungagung 6.
Didik menjelaskan, Musran dan Musranran merupakan konsolidasi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan setiap lima tahun. “Dengan pencapaian 3 kursi DPRD di Dapil Tulungagung 6, target 4 kursi pada Pemilu 2029 mendatang bukanlah hal yang mustahil,” kata Didik.
Lebih lanjut, Didik menekankan pentingnya melahirkan lima pilar utama dalam konsolidasi internal partai. Pertama, mantap ideologi, di mana seluruh pengurus harus menegaskan jati diri sebagai kader PDI Perjuangan yang memiliki ideologi Pancasila 1 Juni 1945.
Kedua, pengurus harus terstruktur, solid, dan efektif. “Melihat konsolidasi ini, saya makin yakin bahwa PDI Perjuangan di Kabupaten Tulungagung akan menjadi mesin Partai yang luar biasa,” ujar Didik.
Ketiga, mantap kader, yang diharapkan dapat merekrut kaum perempuan dan Gen Z dengan proporsi 30 persen yang militan, loyal, dan berbudi pekerti luhur. Keempat, adalah mantap program, di mana pengurus harus mampu menyusun dan melaksanakan program yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
Kelima, mantap sumber daya, yang mencakup dukungan logistik dan politik kewilayahan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ranting periode 2020-2025 atas loyalitas dan dedikasinya,” imbuh Didik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, menyatakan bahwa pengukuhan pengurus Ranting dan Anak Ranting merupakan semangat awal untuk bersama-sama berjuang di Kecamatan Ngantru.
Erma mengajak semua pengurus untuk membuktikan jargon yang digaungkan, yaitu “juara satu banteng di Tulungagung.” “Kita membutuhkan soliditas dan kerja sama yang baik,” tegas Erma.
Ia juga menyoroti pentingnya bergabungnya Gen Z dan kaum perempuan dalam pengurus sebagai daya dukung PDI Perjuangan di Kecamatan Ngantru. “Sejarah tidak pernah kalah di Kecamatan Ngantru, ini akan jadi motivasi bagi seluruh kader,” kata Erma.
Erma berharap pengurus Ranting dan Anak Ranting semakin bersemangat untuk mewujudkan Kecamatan Ngantru sebagai juara satu banteng di Tulungagung.
Ketua PAC Kecamatan Ngantru, Dio Jordy Alvian, menambahkan bahwa Musran dan Musranran ini adalah titik awal untuk mempersiapkan Pemilu 2029. Dio menegaskan komitmennya untuk melakukan konsolidasi rutin sebulan sekali di tingkat ranting.
“Seluruh pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ngantru harus solid untuk meraih kemenangan tebal pada Pemilu mendatang,” kata Dio.





