Politik

BEM KSI Gelar Refleksi Kemerdekaan Melawan Hoaks dan Polarisasi

Jakarta, Maret.id Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar kegiatan Refleksi Kemerdekaan di HKBP Cililitan, Jakarta, pada Senin, 31 Agustus 2026. Acara ini menyoroti pentingnya kontribusi nyata pemuda dalam memperkuat persatuan di tengah tantangan polarisasi era digital.

Koordinator Pusat BEM KSI Charles menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tidak boleh sebatas seremonial. “Kemerdekaan harus kita maknai sebagai tanggung jawab bersama. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil peran dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujar Charles.

Di sisi lain, Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy, menyampaikan bahwa tantangan generasi muda kini berbeda dibandingkan dengan era perjuangan fisik. Tomy menilai bahwa musuh utama bangsa saat ini terletak pada ranah sosial dan digital. “Perjuangan hari ini bukan lagi melawan penjajahan secara fisik, tetapi melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks, korupsi, dan perpecahan. Kemerdekaan adalah amanah yang harus kita rawat bersama,” tegas Tomy.

Tomy menjelaskan bahwa pemuda saat ini memegang lima peran strategis. Peran tersebut mencakup sebagai penjaga persatuan, penggerak perubahan, pengguna teknologi yang bertanggung jawab, pelestari identitas bangsa, dan calon pemimpin masa depan.

Sementara itu, Koordinator Pusat Forum Komunikasi BEM/DEMA Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia, Fathammubina, menyoroti pentingnya merawat persaudaraan di tengah keberagaman. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam mentalitas politik yang memecah belah atau polarisasi kelompok.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tetap satu sebagai anak bangsa. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi kebencian dan permusuhan,” ungkap Fathammubina.

Rangkaian acara refleksi kemerdekaan lintas kelompok mahasiswa ini ditutup dengan agenda pembacaan puisi bersama, menekankan nilai-nilai persatuan di antara generasi muda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button