Politik

Novita: Semangat Kebersamaan Percepat Pembangunan Trenggalek

Jakarta, Maret.id Semangat kebersamaan dan gotong royong yang dipancarkan dalam peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek diharapkan mampu menjadi energi positif bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII, Novita Hardini, menekankan bahwa momentum perayaan ini seharusnya tidak hanya berhenti pada seremoni. “Momentum ini harus dijadikan ruang untuk memperkuat persaudaraan dan membangun optimisme masyarakat,” kata Novita.

Ia menyatakan bahwa tema “Hambeging Bumi” yang diangkat memiliki pesan yang relevan dengan kondisi saat ini. “Tema ini mengajak kita untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan berinteraksi dengan tulus,” imbuhnya.

Novita berpendapat bahwa kolaborasi dan gotong royong sangat penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan daerah. “Semangat ini harus terus dipelihara oleh masyarakat Trenggalek,” tegasnya.

Budaya guyub dan tepo seliro, menurut Novita, merupakan karakter masyarakat Trenggalek yang harus dijaga. “Warga Trenggalek memiliki tingkat tepo seliro yang tinggi, menjadikan ini ciri khas mereka,” sambungnya.

Dia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kirab pusaka yang merupakan puncak rangkaian peringatan tersebut. “Tradisi ini kaya akan nilai sejarah dan budaya, sekaligus mempertemukan pemerintah dan rakyat,” tuturnya.

Novita menambahkan bahwa konektivitas antara wakil rakyat dan masyarakat merupakan elemen penting dari semangat hari jadi. “Saya sangat senang bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat, dan respon mereka sangat luar biasa,” ujar Novita.

Sementara itu, dalam rangkaian prosesi, Novita turut mengambil air dari bak besar yang dihimpun dari berbagai sumber di Trenggalek untuk dibagikan kepada warga. Air ini dianggap memiliki nilai simbolis dan keberkahan.

Kedekatannya dengan masyarakat berlangsung dalam suasana akrab, di mana ia juga melayani undangan untuk berfoto. “Kedekatan antara pemerintah dan masyarakat adalah bagian penting dari tradisi ini,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan kirab, Novita menggunakan kereta kencana menuju pendapa, sementara Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, berjalan kaki tanpa alas kaki. “Tradisi ini membawa makna yang dalam bagi kita semua,” kata Novita.

Ia berharap Hari Jadi ke-832 mampu menjadi pendorong semangat masyarakat Trenggalek menuju masa depan yang lebih baik. “Momentum ini harus menjadi ruang refleksi dan ikhtiar spiritual,” lanjutnya.

Novita menginginkan Trenggalek terhindar dari berbagai permasalahan sosial dan bencana. “Kami berharap Hari Jadi ini mendatangkan keberkahan bagi Trenggalek,” ujarnya.

Rangkaian peringatan dimulai dengan prosesi jamasan, di mana pusaka kabupaten dan bupati dibersihkan. Setelah itu, pusaka dikirab ke Pendapa Manggala Praja Nugraha, mempertemukan sejarah, budaya, dan masyarakat.

Tema “Hambeging Bumi” menjadi benang merah yang mewujudkan harapan akan pembangunan yang berkelanjutan. Novita mengimbau agar semangat ini tidak hanya terhenti pada seremonial, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat yang guyub dan pemerintah yang hadir akan mewujudkan Trenggalek yang sejahtera dan berkelanjutan,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button