Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Pemetaan Kecelakaan Sekolah di Malang

Jakarta, Maret.id — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang masih dinilai tidak memadai. Dari 190 lokasi sekolah yang telah diinventarisasi, hanya 26 titik yang telah dilengkapi dengan fasilitas keselamatan tersebut.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten Malang. Upaya ini diperlukan untuk memetakan sekolah-sekolah yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi.
Menurut Dewanti, pemetaan ini penting agar pembangunan ZoSS dilakukan berdasarkan risiko yang nyata dan kebutuhan keselamatan pelajar. “Banyak kawasan sekolah di Kabupaten Malang yang berhadapan langsung dengan jalan raya utama atau jalan dengan arus lalu lintas yang sangat padat. Ini sangat rawan bagi anak-anak kita,” ungkap Dewanti, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Malang semakin memprihatinkan dengan meningkatnya volume kendaraan. Oleh karena itu, pembangunan ZoSS harus menjadi prioritas pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dewanti menekankan bahwa ZoSS tidak hanya sekadar marka jalan. Fasilitas tersebut harus didirikan secara komprehensif agar benar-benar menciptakan kawasan sekolah yang aman. “Keselamatan generasi penerus kita tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Sejumlah fasilitas pendukung yang diperlukan termasuk marka jalan mencolok, pita penggaduh, rambu peringatan, dan pengaturan kecepatan kendaraan di sekitar sekolah. “Infrastruktur jalan yang aman di lingkungan sekolah adalah hak anak-anak yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah,” imbuh Dewanti.
Dewanti juga menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara dan memperlambat kecepatan kendaraan saat memasuki kawasan sekolah. Dengan cara ini, interaksi antara kendaraan dan aktivitas pelajar bisa berlangsung lebih aman.
Ia menilai bahwa data 190 titik kebutuhan ZoSS harus segera ditindaklanjuti dengan pemetaan prioritas. “Dishub Provinsi Jawa Timur perlu duduk bersama dengan Dishub Kabupaten Malang untuk melihat titik-titik mana yang paling rawan,” ujar Dewanti.
Dewanti berharap hasil pemetaan dapat menjadi dasar pengalokasian anggaran untuk tahun anggaran mendatang. Sekolah-sekolah dengan tingkat kerawanan tinggi diharapkan menjadi prioritas dalam mendapatkan fasilitas ZoSS.
Selain pembangunan infrastruktur, ia juga mendorong adanya edukasi dan pengawasan lalu lintas di sekitar sekolah. “Keselamatan pelajar memerlukan keterlibatan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas instansi dan pemetaan berbasis risiko, Dewanti berharap kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan ZoSS di Kabupaten Malang bisa segera diperkecil. “Keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan terlebih dahulu,” tutup Dewanti.





