Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet Merah Putih

Jakarta, Maret.id — Isu perombakan kabinet semakin santer terdengar menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Beberapa nama yang dianggap memiliki integritas dan profesionalisme, termasuk Sandiaga Salahuddin Uno, mulai mencuat dalam evaluasi ini.
Sekretaris Jenderal Rumah Sandi Uno Indonesia (RSI), Denny Suryo Prabowo, menyatakan bahwa Sandiaga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo. “Sandiaga Uno bisa jadi salah satu striker untuk meningkatkan kinerja kabinet saat ini. Apa yang dibutuhkan Presiden Prabowo dan dibutuhkan Indonesia, ada di Sandiaga Uno,” kata Denny kepada wartawan.
Desakan untuk melakukan evaluasi kabinet semakin menguat seiring dengan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Survei yang dilakukan oleh SMRC mencatat tingkat kepuasan publik sebesar 51,1 persen, Poltracking Indonesia sebesar 55,1 persen, dan Tempo Data Science hanya 37 persen.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, berpendapat bahwa hasil survei ini seharusnya menjadi indikator bagi Presiden Prabowo untuk melakukan perubahan dalam kabinet demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Denny menambahkan bahwa Sandiaga memiliki keunggulan kompetitif, termasuk catatan bersih dari isu korupsi dan kemampuan komunikasi politik yang baik dengan semua elemen bangsa. “Pak Prabowo concern terhadap kinerja anti-korupsi, dan Sandiaga sosok yang tak diragukan integritasnya. Hubungan beliau dengan Pak Prabowo maupun kader Gerindra juga sangat baik,” tegas Denny.
Di samping itu, pengalaman Sandiaga di dunia bisnis dan investasi diakui sebagai nilai tambah penting jika dia diberikan kesempatan untuk memperkuat ekonomi nasional. “Kita tahu rekam jejak Sandi Uno di dunia usaha, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Jaringan internasionalnya luas. Sandiaga sangat cocok jadi striker investasi di pemerintahan Pak Prabowo,” tambahnya.
Denny menekankan bahwa pihak RSI tidak berupaya meminta jabatan, melainkan memberikan pertimbangan yang obyektif demi kepentingan nasional. “Kami hanya melihat dalam situasi pemerintah membutuhkan penguatan kabinet, pengalaman dan kapasitas Sandiaga merupakan opsi yang patut dipertimbangkan Presiden,” pungkas Denny.





