Figur Tersembunyi dalam Suksesi Gus Kikin sebagai Ketum PBNU

Jakarta, Maret.id — Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 telah melahirkan kepemimpinan baru dengan KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab dipanggil Gus Kikin.
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam pembukaan acara yang berlangsung di Ponpes Bahrul Ulum pada 27 Agustus 2026. Kehadiran Presiden Prabowo juga terlihat dalam penutupan Muktamar pada 31 Agustus 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya sebagai organisasi pendiri bangsa tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan program-programnya. Di balik kesuksesan Gus Kikin, terdapat figur penting yang berperan krusial, yakni Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, M.Si.
Lukman Edy, lahir di Teluk Pinang, Indragiri Hilir, Riau, pada 26 November 1970, merupakan sosok yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Brawijaya. Kiprah politiknya di lingkungan Nahdlatul Ulama memang tidak baru, mengingat ia pernah memimpin PKB Riau dan menjabat sebagai anggota DPRD Riau.
Sebagai salah satu tokoh Melayu, Lukman Edy berperan dalam menggalang kekuatan Nahdlatul Ulama di Sumatera untuk bersatu dengan PKB di bawah kepemimpinan Gus Dur. Pada tahun 2005, ia diangkat oleh Muhaimin Iskandar sebagai Sekjen DPP PKB dan kemudian dipercayakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dari 2007 hingga 2009.
Juru Bicara Tim Qanun Asasi (pemenangan), Abi Rekso, mengatakan bahwa kontribusi Lukman Edy terhadap suksesi Gus Kikin sangat signifikan. “Dukungan terhadap Gus Kikin terbukti dengan jumlah mencapai 472 dukungan dari wilayah dan cabang NU di seluruh Indonesia,” ujar Abi Rekso.
Lukman Edy dikenal dekat dengan banyak tokoh penting di Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia. Hal ini membantu proses konsolidasi yang cepat dan efisien. “Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya berlangsung dua minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju,” tuturnya.
“Di bawah koordinasi Pak Lukman Edy, seluruh tim bersinergi secara paralel. Alhamdulillah hasil dukungan mencapai 472 berkat kerja cerdas yang solid,” imbuh Abi Rekso di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.





