Legislator PDIP: Kasus Keracunan MBG Akan Terus Meningkat

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono diingatkan agar tidak meremehkan isu keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Edy Wuryanto, memperkirakan bahwa kasus keracunan berpotensi terus terjadi dalam pelaksanaan MBG ke depan. Menurutnya, kompleksitas dalam pengelolaan makanan siap saji dalam skala besar membuat risiko keracunan sulit dihindari.
“Pak Kepala (BGN) ke depan pasti masih sibuk mengurusi keracunan,” tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026. Edy menilai bahwa persoalan keracunan dalam program MBG melibatkan banyak variabel, mulai dari persiapan bahan makanan, proses produksi, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Apakah ini dianggap gampang? Tidak. Variabelnya kompleks. Kita tidak bisa dengan yakin bahwa ini keracunan tidak akan terjadi,” ujar Edy. Diketahui, berbagai peringatan terkait tata kelola keamanan pangan telah disampaikan sejak awal. Namun, ia menegaskan bahwa sejumlah standar dan pelibatan lembaga terkait belum terpenuhi.
“Kita dari awal sudah warning gunakan Perpres 82, SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), HACCP, libatkan Badan POM, libatkan pemerintah daerah. Itu tidak terpenuhi,” imbuhnya. Edy juga mengkritik pola pengelolaan BGN yang dinilai terlalu terpusat, vertikal, dan seragam.
Ia memperingatkan bahwa pola tersebut akan semakin sulit dikendalikan, terutama dengan bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Puskesmas jumlahnya hanya 10.280, SPPG jumlahnya 27.000,” kata Edy.
Edy juga mengingatkan Sudaryono bahwa kepemimpinan BGN akan menghadapi ujian berat dalam memastikan program MBG berjalan aman dan efektif dalam memperbaiki gizi masyarakat. Meski begitu, Edy menegaskan bahwa Fraksi PDIP DPR tetap mendukung program perbaikan gizi pemerintah.
“PDI Perjuangan support. Don’t worry,” sambungnya.





