Politik

Purbaya Ancam Copot Pegawai Pajak Nakal dan Dimutasi

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mencopot pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyelewengan.

Pegawai yang dinilai bermasalah juga akan dipindahkan ke daerah dengan potensi penerimaan pajak yang lebih rendah.

Purbaya menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari reorganisasi dan penguatan sumber daya manusia di DJP. Ia menekankan pentingnya penempatan pegawai yang kompeten dan profesional di wilayah dengan potensi penerimaan besar.

“Untuk beberapa kasus, misalnya saya mencurigai hal tertentu, curiga mereka (pegawai pajak) masih main, saya akan rangking 5 orang terbesar siapa yang dianggap main-main, terus mungkin 3 orang saya rumahkan,” tutur Purbaya.

Menurutnya, pencopotan dan pemindahan pegawai bermasalah menjadi peringatan bagi seluruh jajaran DJP. Ia menegaskan bahwa pemerintah serius membenahi pengumpulan pajak dengan memangkas oknum yang menghambat kinerja penerimaan.

“Itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kita serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak. Langkah ini berdampak jelas sekali ke tax collection kita,” imbuhnya.

Purbaya menegaskan bahwa pegawai yang terindikasi melanggar atau menyalahgunakan wewenang dapat dipindahkan ke kantor pajak di daerah dengan potensi penerimaan lebih kecil. Sebaliknya, pegawai yang berkinerja baik akan ditempatkan di pusat atau kantor pajak yang menjadi sentra penerimaan besar.

Selain mutasi, pengawasan internal juga akan diperketat untuk memastikan pejabat pajak tidak menyimpang dari aturan dan kode etik.

“Saya periksa pejabat mana yang sering mengerjakan hal negatif, saya reorganize. Hampir semua orang pajak eselon 2 sampai eselon 4, saya kocok ulang, saya pindahin yang kurang baik ke daerah, orang yang baik ke pusat atau ke sentra yang pengumpulan pajaknya besar, kantor-kantor pajak besar,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button