Politik

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U

Jakarta, Maret.id — Sebanyak 25 anggota tim Assyabaab U-13 resmi dilepas untuk mengikuti kompetisi Zona Jawa Timur di Kabupaten Jember. Tim ini terdiri dari 19 pemain dan enam official.

Pelepasan dilaksanakan di halaman Rumah Dinas Bupati Sumenep. Kompetisi direncanakan berlangsung dari 2 hingga 13 September 2026.

Dukungan kepada Assyabaab U-13 datang dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Askab PSSI Sumenep, serta berbagai sponsor dan donatur. Ini menjadi dorongan penting bagi perkembangan sepak bola muda di daerah.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berpesan agar para pemain memanfaatkan kompetisi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. “Saya berharap anak-anak bermain penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan membawa nama baik Sumenep. Jangan takut menghadapi siapa pun,” tuturnya.

Fauzi menegaskan bahwa keberhasilan pemain muda tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan. Mental, karakter, disiplin, dan keberanian merupakan bagian penting dalam pembentukan pemain. “Prestasi memang penting, tetapi proses membentuk mental dan karakter pemain jauh lebih berharga untuk masa depan sepak bola Sumenep,” jelasnya.

Di sisi lain, Manajer Assyabaab Sumenep, Eko Kurnia Mediantoro, mengungkapkan bahwa tim telah melakukan persiapan untuk kompetisi. Ia menegaskan bahwa para pemain siap memberikan kemampuan terbaik. “Kami datang ke Jember dengan persiapan matang. Anak-anak siap memberikan kemampuan terbaik untuk membawa nama Sumenep di level Jawa Timur,” ujarnya.

Eko menilai kompetisi ini menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan pemain. Setiap pertandingan akan menjadi pengalaman dan bahan evaluasi bagi tim. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengejar kemenangan. Mereka harus berani bermain, percaya diri, dan menunjukkan karakter saat menghadapi tekanan pertandingan,” jelasnya.

Ia juga menyatakan bahwa persaingan dengan tim dari berbagai daerah bukanlah hal yang mudah. Namun, persaingan ini penting untuk meningkatkan mental dan kemampuan pemain sejak dini. “Persaingan pasti berat, tetapi justru dari pertandingan seperti ini pemain belajar. Kami ingin mereka tumbuh melalui pengalaman dan berani menghadapi tantangan,” tandasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button