Politik

Sobary Tegur Jokowi: Jangan Katakan Bunuh Orang

Jakarta, Maret.id — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan nasihat terkait kekuasaan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Falah Sumberadi, Kebumen, Jawa Tengah, pada 29 Agustus 2026.

Budayawan Mohamad Sobary menanggapi pernyataan Presiden Jokowi dengan skeptisisme. Ia menyatakan bahwa ungkapan tersebut seharusnya ditujukan untuk Jokowi sendiri yang dianggapnya telah menzalimi rakyat Indonesia.

“Kuat kau melakukan omonganmu itu? Kamu sakti jangan mateni orang,” tuturnya. Sobary menilai bahwa selama masa kepemimpinan Jokowi, banyak tindakan yang merugikan masyarakat telah terjadi.

“Berapa wartawan yang kau kirim ke penjara? Aktivis-aktivis berapa yang kau kirim ke penjara? Apa itu tidak mateni orang?” sambung Sobary. Ia juga mengangkat kasus dua aktivis, Dokter Tifauzia Tyasuma dan Roy Suryo, yang terlibat masalah hukum akibat mempertanyakan keabsahan ijazah S1 Jokowi.

“Masih kuat kau mau ngomong seperti itu?” kata Sobary, mempertanyakan kelayakan nasihat Presiden. Sebelumnya, Jokowi menekankan pentingnya melakukan kekuasaan dengan bijaksana dan tidak menggunakan jabatan untuk menjatuhkan orang lain.

“Dalam kekuasaan, jangan sekali-kali menyakiti orang lain,” imbuh Jokowi. Ia juga mengutip petuah Jawa, “Lamun siro sekti, ojo mateni,” yang mengingatkan agar kekuatan tidak disalahgunakan.

Jokowi menegaskan bahwa kekuasaan bersifat sementara dan harus dijalankan dengan tanggung jawab. “Kekuasaan itu hanya sementara. Kekuasaan itu hanya sak detik. Jabatan itu hanya sampiran,” jelasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button