PKS: Rekonstruksi Mental Jadi Prioritas Pemulihan NTT

Jakarta, Maret.id — Pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus melampaui sekadar pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum. Pemerintah diminta untuk memberi perhatian khusus pada trauma yang dialami masyarakat.
Masyarakat masih dihantui oleh gempa susulan, sehingga banyak yang enggan kembali tidur di dalam rumah. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid saat meninjau dampak bencana di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Kholid menyaksikan langsung kondisi warga yang masih tertekan akibat gempa. Banyak dari mereka memilih tidur di tenda pada malam hari karena rasa takut yang mendalam. Dalam kunjungan tersebut, ia juga memberikan bantuan berupa sembako, susu anak, dan buku cerita untuk anak-anak terdampak.
“Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat,” ujar Kholid. Ia menegaskan bahwa bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak.
“Kita melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa. Malam hari mereka tidur di tenda, sekolah pun masih berlangsung di tenda,” tuturnya. Kholid menambahkan bahwa pemulihan mental harus sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang hancur.
Pendampingan psikologis perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat dapat kembali merasa aman. “Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari rekonstruksi NTT,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perhatian khusus harus diberikan kepada anak-anak yang harus menjalani kegiatan belajar di kondisi darurat. “Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa,” kata Kholid.





