Politik

Kekeringan Tahunan di Tuban, PDIP Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

Jakarta, Maret.id — Krisis air bersih akibat kekeringan berdampak parah di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban setiap tahun. Solusi jangka panjang dinilai diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini, bukan sekadar bantuan air saat situasi darurat.

Ony Setyawan, Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban, menekankan bahwa bantuan tangki air yang disalurkan ke daerah seperti Desa Kaligede, Sidoharjo, dan Jati hanyalah langkah sementara. “Bantuan air sifatnya gotong royong dan darurat. Kami mendorong melalui Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban agar pemerintah daerah segera mengambil langkah kebijakan jangka panjang. Air adalah kebutuhan dasar, rakyat tidak boleh dibiarkan kehausan,” tuturnya.

Menurut Ony, partainya akan berupaya mendesak pemerintah daerah untuk meluncurkan program jangka panjang. Hal ini meliputi percepatan pembangunan embung dan perluasan jaringan pipanisasi.

Konteks geografis kawasan tersebut, yang didominasi batuan gamping di Pegunungan Kendeng Utara, menyebabkan air hujan cepat meresap ke tanah. Ini berpotensi menimbulkan krisis pasokan air dan gagal panen di enam kecamatan yang rawan, seperti Grabagan, Semanding, Montong, Kerek, Parengan, dan Senori.

Kusmen, Sekretaris DPC Tuban, menjelaskan bahwa pihaknya telah merumuskan langkah-langkah jangka panjang dalam rapat DPC. Salah satu solusinya adalah pembangunan embung dan waduk mikro untuk menampung air hujan yang berisiko hilang di daerah karst.

“Kami juga akan menerapkan pipanisasi lintas kecamatan. Ini bertujuan mengalirkan air dari sumber mata air stabil di Semanding dan Merakurak ke zona merah kekeringan di Grabagan dan Kerek,” ujar Kusmen.

Langkah mitigasi tambahan mencakup optimalisasi sumur dalam berbasis geolistrik melalui program PAMSIMAS serta reboisasi kawasan hulu dengan tanaman berakar dalam. Tujuannya adalah untuk memperkuat daya simpan air tanah.

“Sinergi antara infrastruktur, pelestarian bukit kapur, dan modernisasi pertanian akan menciptakan ketahanan air. Tujuannya agar wilayah terdampak bisa mandiri air dan tidak lagi bergantung pada bantuan darurat setiap musim kemarau,” sambung Kusmen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button