Politik

Fahira Idris Usulkan Enam Rekomendasi untuk MBG 2024

Jakarta, Maret.id — Fahira Idris, anggota DPD RI, mengungkapkan bahwa program Makanan Berbasis Gizi (MBG) merupakan intervensi strategis yang menyentuh berbagai aspek, termasuk kesehatan, gizi, pendidikan, perlindungan sosial, dan ekonomi daerah.

Ia menekankan, dengan skala program yang semakin besar, tantangan selanjutnya adalah memastikan setiap layanan aman, bergizi, tepat sasaran, konsisten, dan akuntabel. “Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa banyak makanan dibagikan, tetapi apakah makanan itu aman, dikonsumsi, memenuhi kebutuhan gizi, dan benar-benar memberi manfaat bagi penerima,” tuturnya saat kunjungan kerja di Bandar Lampung, pada Minggu 6 September 2026.

Menurut Fahira, peningkatan skala program harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang lebih kuat. Ia lalu mengajukan enam rekomendasi terkait program MBG.

Pertama, ia menyarankan penerapan pengawasan Sistem Penyediaan Pangan yang Berbasis Risiko (SPPG) dengan mempertimbangkan profil risiko yang berbeda.

Kedua, ia menekankan pentingnya memastikan kapasitas pengawasan tumbuh seiring dengan perluasan MBG. Penambahan SPPG perlu diimbangi dengan kecukupan tenaga sanitarian, laboratorium, puskesmas, tenaga kesehatan, dan perangkat kontrol di kabupaten/kota.

Ketiga, setiap insiden terkait keamanan pangan harus menghasilkan perbaikan sistemik. Pemerintah perlu melakukan analisis akar masalah jika terdapat pelanggaran standar untuk memastikan pembelajaran dari insiden tersebut.

Keempat, kualitas harus ditempatkan di atas target kuantitas. Setiap SPPG memiliki batasan kapasitas aman produksi yang perlu diperhatikan.

Kelima, Fahira menyatakan perlunya menjadikan sekolah bagian dari sistem keamanan MBG. Ketersediaan air bersih, tempat cuci tangan, area makan, dan sanitasi merupakan komponen penting dalam kualitas layanan makanan.

Keenam, ia menyerukan untuk mengukur keberhasilan dari makanan yang benar-benar dikonsumsi. Evaluasi menu, penerimaan siswa, serta jumlah makanan yang terbuang harus menjadi indikator kinerja MBG. “Umpan balik siswa dan sekolah perlu menjadi bagian rutin dalam penyempurnaan menu,” imbuh Fahira.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button