Kerja Politik Jokowi Belum Mampu Dongkrak PSI di Pemilu

Jakarta, Maret.id — Hasil survei terbaru yang dirilis oleh SMRC menunjukkan penurunan signifikan dalam elektabilitas Presiden Prabowo Subianto, yang saat ini terancam oleh lonjakan elektabilitas PSI yang mencapai 4,1 persen, mengalahkan PAN dan PPP.
Namun, hasil survei SMRC ini langsung menerima sanggahan dari survei lain. Survei terbaru oleh Parameter Politik, yang dipimpin oleh Adi Prayitno, memberikan analisis yang lebih konservatif.
“Satu di antara dua orang polster yang masih layak dipertimbangkan hasil survei dan analisis politiknya adalah Adi Prayitno, Parameter Politik,” kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dalam keterangan yang dikeluarkan pada Senin, 7 September 2026.
Sementara dalam survey SMRC menunjukkan PSI berada di posisi 4,1 persen, Parameter Politik mencatat PSI kembali ke posisi awal dengan elektabilitas 2,6 persen, menempati urutan ke-10 di bawah PPP.
“Artinya, kerja-kerja politik yang dilakukan Joko Widodo (Jokowi) masih mengalami stagnasi dari segi preferensi pemilih, berdasarkan hasil survei lain, terutama Parameter Politik,” tegas Erizal.
Eriszal juga menekankan perlunya pemilih untuk mempertimbangkan sumber informasi yang mereka percaya. “Jika lebih percaya pada Saiful Mujani dibandingkan Adi Prayitno, peganglah survei SMRC. Namun, jika lebih percaya pada Adi Prayitno, abaikan survei SMRC,” imbuhnya.
“Anda lebih percaya siapa? Itu juga nanti menentukan preferensi pilihan politik Anda,” pungkas Erizal.





