Musran dan Musranran Se

Jakarta, Maret.id — Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kabupaten Tulungagung telah dilaksanakan. Kegiatan ini menandai reorganisasi partai di tingkat desa dan dusun dalam Kecamatan Karangrejo.
Reorganisasi ini merupakan penutup rangkaian konsolidasi yang dilakukan di 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung. Erma Susanti, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, menyatakan bahwa berdasarkan instruksi DPP, reorganisasi harus selesai pada September 2026.
“Meskipun Karangrejo ini paling terakhir bukan karena tidak siap, tapi mencari hari baik,” kata Erma saat membuka Musran di Warkop D’Cangkir Desa Jeli, pada Minggu malam. Dia menambahkan bahwa Musran dan Musranran menjadi momentum untuk menetapkan kader terbaik sebagai garda terdepan dalam mengawal program partai.
Kepengurusan baru akan diisi oleh kader senior serta 30 persen dari Gen Z dan perempuan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat PDI Perjuangan di Kecamatan Karangrejo.
“Pemilu 2024 kemarin PDI Perjuangan berhasil meraih kemenangan yang luar biasa dan memerahkan Kecamatan Karangrejo. Kemenangan ini harus terus ditingkatkan,” ucapnya. Erma juga menyatakan bahwa partai politik bukan sekadar wadah organisasi, tetapi juga untuk menjalankan amanah konstitusi.
Ia menjelaskan perlunya struktur pengurus di semua tingkatan, pendidikan politik, dan kaderisasi untuk menyiapkan kader-kader terbaik. “Fungsi partai politik salah satunya sebagai jembatan aspirasi rakyat,” terangnya.
Erma merinci bahwa PDI Perjuangan memperoleh suara terbanyak kedua di Kabupaten Tulungagung dalam Pemilu 2024. Capaian ini membuat PDI Perjuangan berhasil meraih 3 kursi DPRD di dapil Tulungagung 6, yang mencakup Kecamatan Ngantru, Karangrejo, dan Kauman.
Menurutnya, kursi DPRD di dapil Tulungagung 6 bisa ditambah lagi lewat kerja sama semua pengurus ranting. “Saya yakin dan optimistis, 7 kursi yang ada di Dapil Tulungagung 6 ini, 4 di antaranya bisa kita rebut,” tegasnya.
Ia berharap Musran dan Musranran menjadi momentum untuk menyatukan tekad seluruh kader. Erma juga menekankan pentingnya program kerja dan kaderisasi untuk menjangkau para pemuda dan kaum perempuan.
Marsono, Wakabid Politik DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, menegaskan bahwa kader Partai harus berjalan dengan hati. “Konsolidasi dan dinamika dalam organisasi adalah hal yang tidak bisa dihindari,” kata Marsono.
Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung ini menambahkan bahwa kemenangan hanya bisa diwujudkan dengan terus bersinergi dengan masyarakat. “Semoga pengurus Ranting dan Anak Ranting baru ini bisa membuat PDI Perjuangan semakin menggelegar,” pungkasnya.
Sumari, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Karangrejo, juga memberikan ucapan terima kasih kepada pengurus sebelumnya. Ia mengajak seluruh pengurus baru untuk menjaga semangat gotong royong dalam memperkuat PDI Perjuangan.
“Selamat kepada seluruh pengurus baru. Mari kita bersama-sama mengawal program-program partai untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Musran dan Musranran diikuti pengurus Ranting di 13 desa dan pengurus Anak Ranting di 34 dusun, dengan kehadiran pengurus DPC, PAC, dan anggota DPRD dari PDI Perjuangan.





