Politik

Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan Erupsi

Jakarta, Maret.id — Komisi VIII DPR RI mendesak pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi gunung api, terutama terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dianggap krusial untuk mengurangi risiko terhadap korban jiwa dan kerusakan material.

“Erupsi gunung berapi memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan sistem peringatan dini yang kuat, informasi yang cepat dan akurat, serta perlindungan yang benar-benar sampai kepada masyarakat,” kata Maman Imanul Haq, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Saat ini, sejumlah gunung berapi di Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Di antaranya, terdapat Gunung Anak Krakatau yang berstatus waspada, Gunung Semeru berstatus Siaga, serta Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur juga dalam status Siaga.

Maman menegaskan bahwa mitigasi bencana harus dilakukan secara proaktif dan tidak hanya saat erupsi terjadi. “Pemerintah perlu memastikan seluruh sistem kesiapsiagaan berjalan sejak dini, mulai dari pemantauan aktivitas gunung api, penyampaian informasi kepada masyarakat, hingga kesiapan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat. “Setiap perkembangan status dan potensi bahaya harus disampaikan secara cepat, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat melalui kanal resmi pemerintah. Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan informasi dari media sosial yang belum tentu benar,” tegasnya.

Legislator PKB ini menekankan perlunya koordinasi lintas sektor. BPBD, BNPB, TNI/Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat perlu memiliki pembagian peran yang jelas agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.

“Pemerintah juga harus mengantisipasi dampak erupsi yang tidak hanya berkaitan dengan keselamatan warga tetapi juga kesehatan, transportasi, pertanian, ketersediaan air bersih, serta aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Maman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya. Warga diminta agar selalu mendengarkan informasi dan arahan resmi dari pemerintah, BPBD, BNPB, PVMBG, serta aparat setempat.

“Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button