Zulfikar Suhardi Minta Harga Beras Tetap Terjangkau di Tengah Kelimpahan!

Jakarta, Maret.id — Zulfikar Suhardi, Politikus Muda Partai Demokrat, memberikan apresiasi atas capaian pemerintah dalam hal penyediaan cadangan beras yang melimpah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada tanggal 19 Mei 2026.
Stok Beras Melimpah
Zulfikar menegaskan pentingnya langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok beras yang saat ini mencapai lebih dari 5,37 juta ton. “Pertama tentu kita apresiasi capaian pemerintah dengan stok beras begitu melimpah,” ujar Zulfikar.
Namun, di tengah prestasi tersebut, ia juga mengemukakan keprihatinan terkait kondisi gedung penyimpanan beras. Menurutnya, masalah infrastruktur harus mendapatkan perhatian agar masalah teknis ini tidak menjadi penghambat dalam penyaluran beras kepada masyarakat.
Biaya Pemeliharaan Beras
Zulfikar Suhardi memberikan catatan mengenai pentingnya pemerintah untuk menghitung biaya pemeliharaan beras yang tersimpan di gudang Bulog. Ia menekankan, “Dari sekian banyak beras yang dimiliki oleh pemerintah, kira-kira berapa besaran biaya pemeliharaan beras itu. Karena tentunya harus kita hitung.”
Suhardi juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan mengeluarkan cadangan beras ke pasar jika biaya pemeliharaan tersebut membebani keuangan negara. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasar yang sedang mengalami kenaikan.
Manfaat Untuk Masyarakat
Ketua DPD HIPMI Sulawesi Barat (Sulbar) ini berharap bahwa stok beras yang melimpah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. “Jangan sampai masyarakat kesusahan membeli beras padahal stok yang dimiliki oleh pemerintah saat ini sangat melimpah,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya agar capaian pemerintah tidak hanya terlihat dari angka-angka besar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. “Karena kita tidak mau stok angkanya besar, capaian tinggi tapi masyarakatnya masih kesusahan membeli beras di pasar,” pungkas Zulfikar.
Badan Pangan Nasional mencatat bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai rekor baru dengan total 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. “Adapun stok cadangan beras pemerintah sampai 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah,” jelas Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edi.
Dengan kondisi ini, diharapkan keterlibatan pemerintah dalam memanfaatkan stok beras yang ada dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat, menjaga kesejahteraan, dan mengatasi tantangan harga beras yang tengah meningkat di berbagai daerah.
Beras RI Berlimpah: Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau untuk Semua
Di tengah dinamika pasar dan tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Indonesia, salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan menciptakan ketahanan pangan adalah Beras RI Berlimpah. Inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga agar harga beras tetap terjangkau untuk masyarakat. Salah satu tokoh kunci yang memperjuangkan program ini adalah Zulfikar Suhardi, seorang pengusaha dan aktivis yang sangat peduli terhadap keberlanjutan industri pertanian di Indonesia.
Konteks Program Beras RI Berlimpah
Program Beras RI Berlimpah digulirkan sebagai respons terhadap berbagai isu yang dihadapi oleh sektor pertanian, mulai dari fluktuasi harga yang merugikan petani hingga ketergantungan pada impor beras. Dengan tujuan untuk memproduksi beras lokal yang berkualitas tinggi, program ini mengajak petani untuk menggunakan teknologi dan metode pertanian yang lebih modern. Melalui pelatihan dan pendampingan, petani diharapkan dapat memaksimalkan hasil panen mereka tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.
Peran Zulfikar Suhardi
Zulfikar Suhardi melihat potensi besar dalam program ini. Ia berpendapat bahwa memastikan harga beras tetap terjangkau adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Masyarakat yang mampu membeli beras dengan harga yang wajar akan berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Menurutnya, keberhasilan program Beras RI Berlimpah tidak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari kualitas hidup para petani dan aksesibilitas bagi konsumen.
Zulfikar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pihak swasta dalam mewujudkan visi ini. Ia yakin bahwa dengan dukungan yang tepat, petani dapat lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi objek dari kebijakan, tetapi juga menjadi subjek yang berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka.
Tantangan dan Solusi
Setiap program pasti menghadapi tantangan, dan Beras RI Berlimpah tidak terkecuali. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk distribusi. Selain itu, perubahan iklim dan serangan hama juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi hasil panen. Di sinilah, Zulfikar mengajak semua pihak untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan melakukan penelitian untuk menemukan solusi yang efektif.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi petani agar mereka mampu mengadaptasi metode pertanian yang lebih baik. Dengan pengetahuan yang memadai, petani dapat mengelola lahan mereka dengan lebih efektif, sehingga hasil panen pun semakin optimal.
Mengedukasi Masyarakat
Zulfikar juga percaya bahwa untuk menjaga harga beras tetap terjangkau, masyarakat perlu diedukasi mengenai pentingnya memilih produk lokal. Dengan meningkatkan kesadaran konsumen tentang manfaat membeli beras lokal, diharapkan permintaan akan produk-produk pertanian dalam negeri meningkat, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian petani.
Kesimpulan
Beras RI Berlimpah adalah langkah positif menuju ketahanan pangan di Indonesia, dan dengan peran aktif Zulfikar Suhardi, harapan untuk menjaga harga tetap terjangkau semakin menguat. Dengan dukungan yang sinergis dari semua pihak, program ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberdayakan petani, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk sektor pertanian Indonesia. Sebagai masyarakat, mari kita dukung inisiatif ini dengan memilih produk lokal dan berkontribusi dalam menciptakan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.





