Pemerintah Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen El Nino

Jakarta, Maret.id — Pemerintah diminta untuk memperkuat upaya antisipasi terhadap fenomena El Nino. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, yang melihat potensi dampak serius terhadap sektor pangan, khususnya ancaman kekeringan dan gagal panen.
Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 8 September 2026. “Ini menjadi El Nino yang paling keras. Di periode empat tahunan siklus yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Riyono.
Dia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana yang berulang, baik itu banjir maupun kebakaran hutan, yang tentu akan berdampak pada ketahanan pangan. “Ancaman kekeringan dan gagal panen harus diantisipasi secara maksimal agar produksi tahun 2026 ini tetap mampu menjadi cadangan pangan nasional,” imbuhnya.
Riyono menekankan bahwa mempersiapkan diri menghadapi dampak El Nino adalah krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian. “Kesiapan ini penting untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah potensi gangguan akibat perubahan kondisi cuaca,” tegasnya.





