Hubungan Rakyat Indonesia dan Korea Utara Harus Diperkuat

Jakarta, Maret.id — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menekankan perlunya mempererat hubungan antarwarga antara Indonesia dan Korea Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada perayaan Hari Pendirian Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada malam hari, Selasa, 8 September 2026.
“Selaku menteri yang membidangi urusan imigrasi, saya berharap kedua negara dapat menjajaki berbagai peluang untuk memfasilitasi interaksi antarwarga yang lebih erat, guna memperkaya persahabatan kita yang hangat dan abadi,” kata Agus.
Perayaan ini berlangsung dengan sederhana namun khidmat. Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan dari kedua negara yang dilanjutkan sambutan dari Duta Besar RRDK Korea, Hong Kwang Il.
Hong Kwang Il mengungkapkan pentingnya program “pembangunan daerah 20×10” yang diusung pemerintah Korea Utara, bertujuan untuk membantu generasi mendatang dan menjamin masa depan negara tersebut.
“Di tengah situasi internasional yang penuh ketidakpastian, kami terus memperkuat pertahanan mandiri yang tangguh demi melindungi kedaulatan, hak pembangunan, dan kepentingan keamanan nasional,” tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa Korea Utara berkomitmen untuk menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan semua negara yang menghormati kedaulatan.
“Republik Demokratik Rakyat Korea dan Republik Indonesia memiliki sejarah dan tradisi persahabatan yang panjang. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1964, kedua negara kita telah saling menghormati dan bekerja sama di berbagai bidang,” ujar Hong.
Agus Andrianto dan Duta Besar Hong Kwang Il duduk bersama dalam acara tersebut, didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, dan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-DPRK, Teguh Santosa.
Hadir juga Duta Besar Rusia, Sergei Tolchenov, Duta Besar Belarus, Raman Ramanouski, dan Duta Besar Laos, Khamfeuang Phanthaxay, menandai keterlibatan berbagai negara dalam acara tersebut.





