Politik

Inovasi Pemadaman Karhutla Harus Efektif dan Terukur

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah, termasuk Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Gibran menegaskan pentingnya penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, memastikan pemadaman efektif sambil melindungi keselamatan dan kesehatan publik. “Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik,” sambung Gibran.

Selama penanganan, Wapres mengingatkan perlunya perlindungan khusus bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa kebutuhan warga harus tetap dipenuhi, khususnya dalam bidang layanan kesehatan dan pendidikan, selama kondisi karhutla berlangsung.

“Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur,” tegas Gibran.

Salah satu inovasi yang dilihat langsung oleh Wapres adalah formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk pemadaman kebakaran di lahan gambut. Formula ini dirancang untuk membantu air menembus lapisan gambut lebih efisien, memberikan pendinginan lebih baik dan mengurangi penggunaan air.

Pengujian dengan drone thermal menunjukkan bahwa suhu area gambut dapat turun dratis dalam waktu singkat setelah aplikasi surfaktan tersebut. “Kita perlu memastikan inovasi ini memberikan manfaat nyata di lapangan,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya ke Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Wapres menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan terkait kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih. “Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik,” ungkapnya.

Gibran menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa setiap kendala di lapangan harus direspon dengan tindakan yang jelas dan terukur.

Menghadapi kondisi El Niño yang diperkirakan berlanjut hingga awal 2027, Gibran mengingatkan pentingnya menjaga kewaspadaan. “Tingkatkan kewaspadaan, lakukan patroli pencegahan lebih intens, dan pastikan setiap kendala lapangan ditangani dengan cepat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan sosialisasi dan edukasi publik terkait menghadapi karhutla.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button