Sulit Lawan Prabowo dalam Pilpres 2029, Siapa Kandidat Lain?

Jakarta, Maret.id — Lawan politik Presiden Prabowo Subianto perlu merumuskan strategi baru untuk menghadapi Pilpres 2029.
Presiden Prabowo baru saja meluncurkan inisiatif baru yang lebih ambisius dibanding Program Makan Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Prabowo akan membuatkan rekening bank untuk 200 juta warga,” kata aktivis media sosial, Rosadi Jamani, kepada media pada 12 September 2026.
Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan kebijakan untuk membuka rekening bank massal bagi sekitar 200 juta penduduk, yang akan dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia.
Anggaran yang disediakan sekitar Rp11 triliun dari APBN. Setiap rekening akan mendapat saldo awal antara Rp50.000 hingga Rp80.000, yang dapat langsung ditarik.
Syaratnya cukup mudah. Warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas, termasuk yang baru mendapatkan KTP, akan otomatis memiliki rekening setelah data NIK dari Dukcapil dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, OJK, dan LPS.
“Bagi yang sudah punya rekening di bank lain, datanya akan dikonsolidasikan agar semuanya terintegrasi secara nasional,” sambung Rosadi.
Namun, kondisi masyarakat saat ini dihadapkan pada tantangan besar. Harga kebutuhan pokok yang terus tinggi, sulitnya lapangan kerja, dan kondisi ekonomi yang belum membaik menjadi isu utama.
Kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo juga mengalami penurunan yang signifikan. Poltracking mencatat tingkat kepuasan publik turun dari 78,1 persen pada Oktober 2025 menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026.
Lembaga lain seperti ASI pada Juli 2026 mencatat 57,6 persen, Tempo Data Science 37 persen, dan SMRC 51,1 persen.
“Rakyat sebenarnya tidak hanya membutuhkan rekening. Rakyat membutuhkan pekerjaan, penghasilan, harga kebutuhan yang masuk akal, dan ekonomi yang benar-benar terasa membaik,” tegas Rosadi.





