Bursa Capres 2029 RMOL: Kekuatan Politik yang Asimetris

Jakarta, Maret.id — Bursa calon presiden (capres) 2029 menunjukkan dinamika politik yang dipengaruhi oleh elite populer di masyarakat. Penilaian ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun.
Ia menegaskan bahwa pandangan masyarakat yang menganggap Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih jauh adalah kurang tepat. “Pilpres akan berlangsung Februari 2029, artinya itu hanya 2 tahun 5 bulan lagi,” tuturnya.
Rico berpendapat bahwa calon kandidat Pilpres 2029 seharusnya mulai memperkenalkan diri secara lebih luas. “Menghadapi negara sebesar Indonesia, dengan 38 provinsi dan 514 kota/kabupaten, rasanya perlu hampir 2 tahun untuk bisa datang ke seluruhnya,” imbuhnya.
Ia menilai waktu 2 tahun 5 bulan bukanlah waktu yang lama untuk mempersiapkan diri. “Saat ini tepat untuk babak penyisihan menuju final di 2029,” tuturnya.
Rico juga mengungkapkan bahwa terdapat asimetri kekuatan dalam bursa capres yang dipetakan oleh RMOL. “Terdapat gap antara elite politik dalam hal popularitas dan elektabilitas,” sambungnya.
Ia mencatat bahwa kandidat seperti Prabowo Subianto, Dedi Mulyadi, dan Anies Baswedan memiliki tingkat elektabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nama lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar, dan Gibran Rakabuming Raka.





