Politik

Demokrat: Petinggi Parpol Bahas Ambang Batas Parlemen

Jakarta, Maret.id — Para pimpinan partai politik pendukung pemerintah tengah melakukan komunikasi untuk membahas berbagai opsi yang akan dituangkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi, menyatakan bahwa komunikasi antar ketua umum partai berlangsung, termasuk pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf pada Senin, 14 September 2026.

“Setahu saya, memang komunikasi antara ketua-ketua partai sudah terjadi,” kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Salah satu isu yang dibahas adalah ambang batas parlemen yang dibicarakan di angka 4-5 persen.

Dede menambahkan bahwa masing-masing pimpinan partai membawa pandangan terkait RUU Pemilu, termasuk tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan besaran ambang batas parlemen. “Saya belum tahu, kalau sudah diputuskan atau belum. Kalau tujuh persen mungkin terlalu tinggi. Empat atau 5 persen,” ujarnya.

Dia juga menilai, ambang batas parlemen 4-5 persen masih berada dalam batas yang wajar. “Masih sangat masuk di dalam rasio kami, karena di beberapa negara pun juga menggunakan angka yang sama,” tuturnya.

Selain ambang batas parlemen, Dede meyakini para pimpinan partai juga membahas ambang batas pencalonan presiden. “Saya rasa iya, ya,” imbuhnya. Pembahasan ini bakal penting setelah MK memutuskan ambang batas pencalonan presiden menjadi nol persen.

Namun, menurut Dede, partai politik tetap perlu menyepakati mekanisme agar jumlah kandidat yang maju dalam Pilpres tidak terlalu banyak. Ia juga menyatakan bahwa pertemuan lanjutan antarpimpinan partai diperlukan untuk membahas isu ini.

“Saya rasa harus. Harus ada pertemuan, yang saya dengar, sih, sudah ada pertemuan, ya, tetapi apakah ada pertemuan kedua? Mari tunggu saja,” tegas Dede.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button