Politik

Kunker Gibran ke Lokasi Karhutla Patahkan Tudingan Minim Kerja

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke wilayah Karo, Sumatera Utara, pada 11 September 2026. Kunjungan ini berfokus pada penanganan korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Efarina Etaham.

Kunjungannya dimaknai sebagai bentuk nyata dari pemerintah saat Presiden Prabowo Subianto sedang melaksanakan tugas ke luar negeri. Menurut pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi, kunjungan Gibran menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah permasalahan yang ada.

“Tentu saja Gibran ingin mengesankan pemerintah pusat tidak lepas tangan terhadap polemik persoalan karut marut program MBG yang masih terus menyisakan persoalan di masyarakat,” ujar Ari. Ia menilai langkah Gibran sangat penting sebagai tanggapan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Lebih lanjut, Ari menyampaikan bahwa Gibran harus melangkah lebih jauh dengan melepaskan diri dari batasan formalitas. “Syukurlah kedatangan Gibran yang berani meminta maaf kepada korban dan keluarga korban keracunan omprengan MBG menjadi sinyal positif keberanian,” ucapnya.

Ia juga memuji upaya Gibran yang mendorong korban keracunan untuk menjalani perawatan lanjutan di Jakarta. “Ini menegaskan peran Gibran yang menjadi representasi hadirnya pemerintah,” sambungnya.

Gibran juga mengunjungi Kalimantan untuk memberi dukungan dalam pemadaman kebakaran hutan. Menurut Ari, kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menangani masalah tersebut dengan serius.

“Dia mau memboyong korban keracunan untuk berobat lanjutan ke Medan atau Jakarta, sekaligus memperkuat koordinasi upaya pemadaman kebakaran,” tuturnya.

Ari menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap penanganan satwa yang terdampak kebakaran hutan. “Pemerintah perlu memiliki skenario untuk memindahkan satwa dari habitat yang terancam,” jelasnya.

Melihat langkah Gibran, Ari berpendapat bahwa ini adalah momentum yang harus ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret. “Perhatian Wapres Gibran akan besar artinya jika berujung pada kebijakan saat krisis kembali terjadi,” ungkapnya.

Di tengah kontroversi penanganan kebakaran dan permasalahan MBG, Gibran memberikan sinyal bahwa ia bukan sosok yang minim kerja. “Dia adalah figur yang bisa bekerja dan mengambil celah yang luput dari perhatian publik,” tutup Ari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button