KNMP Harus Tingkatkan Pendapatan Nelayan Secara Berkelanjutan

Jakarta, Maret.id — Johan mengungkapkan bahwa transisi dari 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang telah selesai ke 1.269 lokasi merupakan tantangan besar. Ia menekankan pentingnya ukuran utama yaitu perbaikan kehidupan nelayan dan keluarga pesisir.
“Saya mendukung percepatannya. Tetapi saya ingin setiap angka tambahan itu berarti ada keluarga nelayan yang kehidupannya ikut membaik. Jadi yang kita kejar bukan hanya jumlah kampungnya, tetapi juga kenaikan pendapatan nelayannya,” kata Johan di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk pembangunan tersebut. Setiap lokasi akan disesuaikan dengan karakteristik dan fasilitas yang diperlukan.
Johan berpendapat bahwa optimisme pemerintah harus didukung dengan pengawasan ketat terhadap kualitas pembangunan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. “Kalau negara menyiapkan sekitar Rp10 triliun untuk 1.269 kampung, publik juga perlu mendapatkan satu angka yang sederhana: berapa persen pendapatan nelayan naik setelah Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi?” tuturnya.
Data yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan hingga 14 Agustus 2026, uji coba operasional di 65 KNMP mencatat pengiriman sekitar 273,6 ton hasil perikanan senilai Rp11,10 miliar. Komoditas yang berhasil dipasarkan mencakup tuna, cumi, gurita, dan ikan demersal.
“Hasil tersebut menunjukkan keberhasilan awal. Namun, kita perlu melihat lebih jauh. Dari transaksi Rp11,1 miliar itu, berapa nilai tambah yang tinggal di kampung, berapa yang masuk ke rumah tangga nelayan, dan apakah nelayan mendapatkan harga ikan yang lebih baik dibanding sebelum fasilitas KNMP beroperasi,” kata Johan.
Ia menegaskan bahwa fasilitas seperti dermaga dan cold storage harus dilihat sebagai instrumen untuk mendorong ekonomi pesisir. Johan juga menganggap anggaran Rp10 triliun merupakan sebuah investasi besar untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
“Bagi saya ukurannya sangat manusiawi. Ketika KNMP hadir, ikan nelayan mendapatkan harga lebih baik, biaya melaut lebih ringan, koperasinya tumbuh, dan penghasilannya bertambah,” ujar Johan.
Ia menekankan pentingnya mengejar kesejahteraan nelayan yang lebih baik dan memastikan bahwa masyarakat pesisir mendapatkan manfaat optimal dari program ini.





