Politik

Erma Susanti: Budaya dan Pariwisata sebagai Kekuatan Ekonomi Rakyat DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Erma Susanti, menegaskan pentingnya pengelolaan budaya dan pariwisata secara berkelanjutan. Menurutnya, hal ini tidak hanya sekadar untuk tontonan, tetapi harus dapat menggerakkan ekonomi rakyat.

Pernyataan ini disampaikan Erma saat berdialog dengan penggiat budaya Sanggar Gong Kyai Pradah di Kopi Joglo, Blitar, pada Minggu (13/9/2026) malam. Dia menyatakan bahwa komunitas budaya di tingkat akar rumput memiliki peran kunci dalam menjaga identitas daerah sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Ini sejalan dengan ajaran Bung Karno, Trisakti. Kita harus berkepribadian dalam kebudayaan. Jika budaya dan pariwisata dikelola dengan semangat gotong royong, yang sejahtera adalah rakyat di bawah, bukan hanya investor,” tegas Erma, pada Jumat (18/9/2026).

Erma juga menyebutkan bahwa Sanggar Gong Kyai Pradah adalah contoh nyata bagaimana komunitas budaya dapat berkontribusi dalam melestarikan tradisi dan mengembangkan potensi ekonomi di wilayah tersebut. Sanggar ini diakui tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif di Sutojayan.

“Budaya dan pariwisata apabila dikelola dengan baik tentu dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” imbuh Erma.

Erma lebih lanjut menjelaskan bahwa pengembangan kebudayaan harus melibatkan semua pihak, termasuk pelaku budaya, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, aktivitas kebudayaan dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dia menekankan perlunya penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan komunitas budaya. “Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim akan terus mendorong agar tata kelola kebudayaan dilakukan secara efektif dan akuntabel,” kata Erma.

Dalam dialog tersebut, Erma juga berinteraksi dengan anggota Sanggar Gong Kyai Pradah, termasuk Ketua Mbah Bo dan Wakil Ketua Bagyo. Kehadiran penggiat budaya muda dari Kalimantan Barat turut mencerminkan bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan penguat persatuan.

“Kultur ini yang mempersatukan kita dari Sabang sampai Merauke. PDI Perjuangan akan selalu hadir bersama pelaku budaya,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Erma berharap Sanggar Gong Kyai Pradah dapat semakin kuat dalam menjaga tradisi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar.

Bagi Erma, pelestarian budaya harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Budaya yang hidup di tengah masyarakat tidak hanya merupakan warisan, tetapi juga dapat menjadi sumber aktivitas ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button