Politik

Humanika: Dukungan untuk Prabowo Jelang Lima Tahun Mendatang

Jakarta, Maret.id — Siklus pemerintahan lima tahunan perlu dijaga agar demokrasi Indonesia tidak mengalami gejolak politik yang berulang.

Pendiri sekaligus Ketua pertama Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Bursah Zarnubi, mengungkapkan pandangannya pada Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun Humanika di Cilandak, Jakarta Selatan.

Bursah meminta semua pihak memberi ruang kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan mandat hingga tuntas. “Pak Prabowo kan mesti dua periode gitu loh maksudnya. Dan ini mesti kita dukung, enggak boleh kita jatuhkan sebelum dia berhasil. Jadi bagi orang-orang yang mau jatuhkan tuh agak sabarlah sedikit,” ujar Bursah.

Menurut Bursah, pergantian kekuasaan tidak seharusnya berlangsung melalui gejolak. Ia percaya kondisi tersebut dapat mengganggu konsolidasi demokrasi. “Minimal siklus 5 tahun itu dijagalah ya. Kita mesti siklus 5 tahun mesti dipertahankan. Nggak boleh jatuh bangun, jatuh bangun, demokrasi nanti rusak,” tegasnya.

Bursah, yang saat ini menjabat Bupati Lahat dan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), menegaskan bahwa Humanika tetap mengedepankan demokrasi dan konstitusi sebagai bagian penting dari gerakan organisasi.

Sejarah Humanika, yang berdiri pada 1990, terkait erat dengan aktivisme mahasiswa di tengah tekanan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) dalam era Orde Baru.

Wakil Ketua Dewan Pembina Humanika dan Ketua Umum kedua, Andrianto, menjelaskan bahwa organisasi ini berkembang dari kelompok studi intelektual. Dalam perjalanannya, Humanika ikut ambil bagian dalam dinamika gerakan yang mengantarkan Reformasi 1998.

“Gerakan ’98 itu tidak bisa dikatakan gerakan murni dari teman-teman ’98 saja. Kini Humanika senantiasa hadir mengawal dan mendukung tegaknya konstitusi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Andrianto.

Andrianto menekankan bahwa perjalanan Reformasi merupakan rangkaian perjuangan yang telah berlangsung jauh sebelum 1998. Oleh karena itu, regenerasi aktivis sangat penting untuk menjaga nilai-nilai perjuangan tersebut.

“Solidaritas, sinergi, kolaborasi” menjadi tema reuni yang mempertemukan aktivis Humanika dari berbagai generasi. Organisasi ini juga mengusung tagline #AktivisSepanjangMasa.

Selain itu, Andrianto menyoroti sejumlah program pemerintahan Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program tersebut perlu ditinjau dalam konteks pelaksanaan amanat konstitusi, terutama terkait dengan kesejahteraan masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button