Anas Karno Dukung Pemberdayaan Gen Z di Jawa Timur melalui PDIP

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan Generasi Z (Gen Z) berbasis kampung yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Ia menggarisbawahi pentingnya pendampingan intensif agar usaha rintisan dari anak muda dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
“DPRD Surabaya telah mendukung penganggaran program ini melalui APBD 2026,” tutur Anas.
Ia menegaskan bahwa usaha Gen Z di berbagai kampung sudah menunjukkan hasil dan berkontribusi pada perputaran ekonomi.
“Kemandirian fiskal ini berhasil diciptakan oleh para Gen Z di tingkat kampung,” imbuhnya.
Beberapa usaha yang berkembang meliputi pengolahan lele, produksi telur asin, pembuatan parfum, jasa sablon, cuci motor, hingga pengelolaan bank sampah dan komposter.
Anas juga mengapresiasi alokasi anggaran khusus kepemudaan sebesar Rp47 miliar oleh Pemkot Surabaya.
Melalui program tersebut, setiap kelompok atau individu Gen Z mendapatkan stimulan sebesar Rp5 juta per bulan per kampung yang disalurkan melalui kecamatan sebagai sektor utama.
Namun, Anas menekankan bahwa pendampingan harus menyertai anggaran, terutama bagi anak muda yang kurang berpengalaman.
“Selain menciptakan produk, tantangan terbesar adalah bagaimana produk tersebut dapat diterima pasar,” tegasnya.
Ia pun merasa optimis bahwa dengan kekuatan media sosial saat ini, pasar bisa diciptakan asalkan kualitas produk memadai.
Pendampingan perlu diorientasikan pada kebutuhan nyata pelaku usaha, termasuk pemasaran, pengelolaan usaha, hingga pemanfaatan media sosial.
Investasi pemerintah melalui program pemberdayaan Gen Z, menurut Anas, harus menghasilkan unit usaha yang mandiri.
“Jangan sampai program hanya menghasilkan usaha baru yang tidak bertahan setelah dukungan awal berakhir,” ungkapnya.
Konsistensi dianggap sebagai kunci keberlangsungan setelah usaha diluncurkan.
“Keberlanjutan adalah perhatian utama,” kata Anas.
Ia berharap program ini mampu melahirkan unit-unit bisnis yang tahan lama di tingkat kampung.
“Sangat penting agar usaha tidak hanya dibangun, tetapi juga dapat terus beroperasi,” tambahnya.
Anas mencatat bahwa jika pendampingan dilakukan secara konsisten, program ini bisa membuka lapangan kerja baru di lingkungan kampung.
Dengan begitu, kampung dapat berkembang menjadi ruang bagi usaha dan kreativitas anak muda Surabaya.





