Politik

Puan: Capaian Asian Games Kunci Penguatan Olahraga Berkelanjutan

Jakarta, Maret.id — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar setiap capaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi dasar memperkuat pembinaan olahraga nasional. Medali yang diraih atlet harus diikuti dengan evaluasi, regenerasi, dan penguatan ekosistem olahraga agar prestasi dapat berkembang lebih lanjut.

Puan menyatakan bahwa setiap medali yang dipersembahkan oleh kontingen Indonesia merupakan hasil dari proses panjang. Ini mencakup latihan, kedisiplinan, pengorbanan atlet, serta dukungan pelatih dan ekosistem olahraga.

“Setiap medali yang dipersembahkan untuk Indonesia membawa kerja keras atlet dan banyak orang yang mendukungnya. Mereka layak memperoleh penghargaan dan dukungan penuh dari Negara serta masyarakat,” tutur Puan, pada Senin (21/9/2026).

Menurutnya, capaian awal kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya menjadi modal untuk membangun optimisme. Ia mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah menunjukkan kemampuan bersaing di level Asia.

“Dukungan dari masyarakat Indonesia perlu terus diberikan kepada seluruh atlet dan tim pendukung yang masih berjuang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Saya yakin, Tim Garuda pasti harumkan nama bangsa Indonesia,” papar Puan.

Berdasarkan klasemen medali pada Senin pukul 14.30 WIB, Indonesia berada di posisi ke-12 dengan satu medali perak dan enam medali perunggu dari berbagai cabang olahraga.

Puan menegaskan bahwa capaian tersebut perlu dilihat sebagai bahan evaluasi untuk pembinaan olahraga nasional. “Cabang yang berhasil meraih medali perlu dijaga kesinambungan regenerasinya, sedangkan cabang yang belum mencapai sasaran harus memperoleh evaluasi dan dukungan yang membangun,” kata Puan.

Ia menambahkan bahwa pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada hasil saat ini. Regenerasi atlet harus dipersiapkan sejak dini agar prestasi dapat dipertahankan dan dikembangkan.

Puan juga menekankan pentingnya perhatian kepada atlet dari berbagai daerah. “Talenta olahraga nasional tidak hanya lahir dari kota besar. Negara harus membuka kesempatan yang adil agar anak-anak berpotensi dari wilayah kepulauan, perbatasan, dan pelosok dapat ditemukan, dibina, serta memperoleh fasilitas yang layak,” imbuhnya.

Ia juga meminta pemerintah untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen Indonesia selama mengikuti Asian Games terpenuhi. “Atlet harus dapat berkonsentrasi tanpa terbebani persoalan dukungan maupun masa depan setelah tidak lagi bertanding,” tegasnya.

Puan menekankan pentingnya memberikan penghargaan kepada atlet secara tepat waktu, adil, dan berkelanjutan. “Prestasi mereka membawa nama Indonesia dan menumbuhkan kebanggaan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Puan mengingatkan agar target prestasi tidak mengabaikan perlindungan terhadap atlet. Keselamatan, kesehatan fisik, dan kesiapan mental harus menjadi perhatian utama sepanjang kompetisi.

“Target prestasi tetap penting, tetapi keselamatan, kesehatan fisik, serta kesiapan mental atlet harus menjadi pertimbangan utama,” tuturnya.

Puan memastikan DPR akan mendukung kebijakan yang memperkuat pembinaan atlet dan ekosistem olahraga nasional. “Pengawasan akan diarahkan agar dukungan Negara benar-benar sampai kepada atlet,” sambungnya.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang. Bagi Puan, medali yang diraih atlet tidak sekadar angka dalam klasemen.

“Medali adalah capaian yang membanggakan, tetapi warisan terbesarnya adalah lahirnya sistem yang membuat semakin banyak anak Indonesia percaya bahwa bakat, kerja keras, dan prestasi mereka mempunyai masa depan,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button