Festival Jaranan Trenggalek ke

Jakarta, Maret.id — Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30 tahun 2026 menjadi momentum penting dalam pelestarian kesenian tradisional di Trenggalek. Festival yang berlangsung hingga 29 September 2026 ini telah tercatat dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), kalender event pariwisata nasional.
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan bahwa keberhasilan FJTT masuk ke dalam KEN merupakan prestasi yang patut dibanggakan. “Ini prestasi Trenggalek di bidang kesenian, khususnya jaranan,” tegas Doding saat membuka FJTT.
Doding menggarisbawahi bahwa status ini memberikan peluang untuk memperkenalkan seni jaranan Trenggalek kepada masyarakat yang lebih luas. Ia menambahkan, keberadaan FJTT selama tiga dekade menunjukkan bahwa kesenian jaranan masih diminati dan memiliki tempat di tengah masyarakat.
Festival ini bukan hanya menarik perhatian warga lokal tetapi juga seniman dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa. “Kalau di Ponorogo ada Festival Reyog, di Trenggalek ada Festival Jaranan,” kata Doding.
FJTT tahun ini mempertandingkan beberapa kategori. Kategori Turangga Yaksa anak dan remaja diikuti masing-masing oleh 17 peserta. Kategori lainnya, termasuk SLTA dan umum, juga melibatkan sembilan hingga 15 peserta.
Hadir dalam pembukaan FJTT anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini. Ia menilai Jaranan Turangga Yaksa semakin dikenal di masyarakat. “Jaranan Turangga Yaksa semakin melegenda dan merakyat. Semoga semakin lestari,” imbuhi Novita.
Novita juga mencatat bahwa Trenggalek memiliki beragam kesenian jaranan, termasuk Jaranan Senterewe dan Pegon. Menurutnya, keberlangsungan FJTT selama 30 tahun adalah bukti masyarakat Trenggalek mampu melestarikan kesenian tradisional di tengah perkembangan teknologi.
“Selama 30 tahun kesenian jaranan dijaga serta dilestarikan,” ujarnya. Masuknya FJTT dalam KEN membuka peluang besar bagi Trenggalek untuk memperkenalkan jaranan sebagai kekuatan budaya dan daya tarik wisata.
Setelah tiga dekade, festival ini kini menjadi platform bagi seniman lokal dan pertemuan pelaku seni jaranan dari berbagai daerah.





