Politik

Pelaksanaan MBG Harus Difokuskan di Daerah 3T

Jakarta, Maret.id — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dipersempit dan difokuskan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk meningkatkan efektivitas pencapaian sasaran.

Pengamat kebijakan publik, Muhammad Gumarang, menekankan bahwa langkah tersebut juga penting untuk menekan risiko pemborosan anggaran serta mengurangi potensi korupsi dalam program ini yang memiliki anggaran besar.

Gumarang menegaskan bahwa rencana memprioritaskan daerah 3T jangan sampai hanya menjadi respons sesaat terhadap sorotan publik. “Rencana tersebut jangan hanya omon-omon belaka, sekadar bentuk respons terhadap publik di media…” kata Gumarang.

Ia menilai bahwa pertemuan Kepala BGN, Sudaryono, dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang membahas konsentrasi MBG di wilayah 3T belum menunjukkan perubahan mendasar dalam pola operasional program.

Selain itu, Gumarang mengusulkan perlunya restrukturisasi BGN diikuti penyederhanaan cakupan wilayah operasional agar pelaksanaan MBG benar-benar mengikuti skala prioritas daerah 3T.

Ia turut menyoroti beberapa kebijakan baru BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono. Kebijakan tersebut termasuk pemberhentian karyawan bermasalah dan penutupan SPPG yang melakukan pelanggaran.

Namun, Gumarang mencatat bahwa munculnya kasus gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG turut menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola dan pengawasan program ini. “Pertemuan antara Ketua BGN yang baru Sudaryono dengan Ketua DEN yang menyepakati daerah 3T sebagai konsentrasi MBG ternyata sebatas dinamika di media saja…” tutur Gumarang.

Lebih lanjut, ia menyarankan untuk mengurangi atau menghentikan layanan SPPG di wilayah yang memiliki kondisi sosial ekonomi dan infrastruktur yang lebih baik, agar sumber daya tersebut dapat dialihkan ke daerah 3T.

Gumarang juga mengusulkan agar investasi SPPG yang telah dibangun bisa dimanfaatkan sebagai aset BGN atau dialihkan untuk mendukung kebutuhan wilayah prioritas. “MBG bila tidak ingin menimbulkan masalah baru yang krusial, harus lakukan fokus ke daerah 3T…” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button