Politik

SBY Kenang Guruh: Seniman yang Cintai Tanah Air Indonesia

Jakarta, Maret.id — Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan hubungan dekatnya dengan Guruh Soekarnoputra, yang pernah diundangnya ke Istana Negara saat masa kepresidenannya.

SBY menyatakan bahwa perbincangan mereka lebih menitikberatkan pada pentingnya seni dan budaya dalam pembangunan bangsa daripada isu politik. “Cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau, bukan justru bukan di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat-sangat menarik,” tutur SBY.

Ia menambahkan bahwa meskipun jarang bertemu, hubungan mereka tetap terjaga. Pertemuan terakhir mereka terjadi sekitar dua tahun lalu di sebuah pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Kompas. “Kemudian kami juga tetap menjaga silaturahim kami, meskipun tidak terlalu sering,” imbuhnya.

Dalam pameran tersebut, SBY dan Guruh masing-masing menyumbangkan dua lukisan, yang menurutnya memiliki corak yang mirip. “Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa, saya juga belajar menjadi realis impresionis,” kenangnya.

SBY juga mengingat beberapa karya terkenal Guruh, termasuk lagu “Kala Sang Surya Tenggelam” dan “Galih dan Ratna”. “Dan kita semua mengenal beliau, karya-karyanya. Barangkali masih ingat kita, ada mahakarya beliau, nyanyian beliau yang berjudul Kala Sang Surya Tenggelam yang dinyanyikan oleh Chrisye,” ujar SBY.

Bagi SBY, Guruh akan selalu dikenang sebagai seniman dan budayawan besar yang mencintai tanah airnya. “Dan yang penting mengenang Guruh Soekarnoputra, mengenang seniman budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif, dadanya berkobar-kobar apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia,” tegas SBY.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button